SATELITNEWS.COM, LEBAK—Polres Lebak telah membentuk tim siber untuk memberantas judi online (judol). Langkahnya setiap telepon seluler (ponsel) yang dipegang warga di Lebak bakal diperiksa.
Dibentuknya tim siber dari Polres Lebak merupakan tindak lanjut pemberantasan judi online yang kian merajalela di kalangan masyarakat saat ini. Kepala Unit Krimum Satreskrim Polres Lebak, Iptu M Hazali Alfian mengatakan, Polres Lebak sudah mulai menggencarkan langkah-langkah dalam upaya pemberantasan judi online di wilayah hukum Polres Lebak.
“Tim siber di jajaran Polres Lebak telah dibentuk. Langkah awalnya menggelar pemeriksaan rutin handphone di internal kepolisian dengan pengecekan seminggu dua kali,” uja Alfian, Minggu (30/6/2024).
“Untuk di internal setiap hari Senin Pak Kapolres senantiasa memeriksa handphone dari masing-masing PJU dan hari Rabu itu dilakukan oleh Kasatnya masing-masing yang bertujuan untuk memeriksa apakah ada aplikasi judi online. Nah untuk masyarakat sendiri kita ada tim siber,” tutur Alfian.
Ia menyampaikan Polres Lebak juga sudah bekerjasama dengan Polda Banten dan Pemerintah Kabupaten Lebak dalam memberantas judol. “Saat ini Polres Lebak telah bekerjasama dengan berbagai pihak sebagai upaya memerangi judi online yang semakin marak salah satunya dengan tim siber Polda Banten dan juga Diskominfo untuk menilai dan segera bertindak jika ditemukan ada aplikasi ataupun situs yang mencurigakan,” tandasya.
Menanggapi maraknya judol, Psikolog RSUD Adjidarmo Kabupaten Lebak Irman Nuryadin Siddik menerangkan jika judi online sangat berbaya karena ada efek kecanduan. “Mari kita biasakan untuk berpikir rasional dan mempertimbangkan secara matang setiap tindakan yang kita lakukan agar tidak terjebak ke dalam perilaku perilaku yang merugikan. Seperti salah satunya judol,” tuturnya.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
Diungkapkannya, ketika seseorang sudah kecanduan judi online maka akan menganggu aspek-aspek kehidupan. “Ketika sudah mencapai tahap adiksi biasanya akan mengganggu aspek-aspek kehidupan, mulai dari relasi dengan orang teredekat, produktivitas, aspek emosi hingga aspek ekonomi,” terangnya. (mulyana)
























