SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Kuota pupuk untuk Kabupaten Pandeglang tahun 2024, mengalami penambahan. Hal itu sengaja dilakukan, sebagai upaya membantu para petani dalam meningkatkan produksi padi setiap panennya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, M. Nasir mengakui, adanya penambahan kuota pupuk untuk pertanian. Seperti pupuk urea, sebelumnya hanya sekira 17.248 ton menjadi 29.480 ton, selanjutnya pupuk NPK sebelumnya hanya sekira 11.669 ton menjadi 24.946 ton.
“Kita harapkan dengan adanya penambahan kuota pupuk ini bisa dimaksimalkan penyerapannya. Kita juga mendapatkan tambahan organik padat sebanyak 11.548 ton untuk Kabupaten Pandeglang,” kata Nasir, Kamis (11/7/2024).
Nasir mengatakan, pupuk yang disediakan itu dari PT Pupuk Indonesia (PI), sebagai produsen pupuk Holding Indonesia. Banyaknya kuota pupuk yang didapatkan Kabupaten Pandeglang itu, diharapkan bisa mengakomodir kebutuhan para petani.
Oleh karen itu, dia meminta kepada para petani yang belum terdaftar dalam sistem online atau I-Pubers agar segera mendaftar dan melengkapi semua dokumen yang dibutuhkan, agar mudah mendapatkan pupuk.
“Para petani yang belum terakomodir dalam I-Pubers sistem aplikasi penyaluran pupuk bersubsidi karena belum padannya NIK dengan sistem yang disiapkan, harus segera mengurus dan memadan NIK ke Disdukcapil agar NIK tersebut padan dengan sistem,” tambahnya.
Baca Juga: Stok Pupuk Subsidi di Lebak Dipastikan Cukup hingga Akhir Tahun
“Para petani yang belum masuk dalam kelompok tani, segera lakukan revitalisasi kelompok dengan menambah anggota agar para petani yang belum terakomodir segera mendapatkan kuta pupuk bersubsidi dan fasilitasi bantuan lainnya dari pemerintah,” sambungnya.
Nasir mengingatkan kepada para distributor pupuk di Kabupaten Pandeglang, agar bisa ikut melakukan pengawasan dan mencegah adanya monopoli pupuk di Pandeglang.
Apabila hal itu terjadi, bakal dilakukan tindakan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.
“Kami mengingatkan juga untuk para distributor untuk saling menjaga, mengawasi agar kios yang ditunjuknya dapat menjalankan amanah penyaluran pupuk bersubsidi, sesuai ketentuan dan tidak boleh menaikkan HET (Harga Eceran Tertinggi) di lapangan,” paparnya.
“Hasil tebus bersama para petani pagi ini di lokasi acara mencapai 110 ton, ini angka besar yang dilakukan petani, bahwa menunjukkan animo petani untuk menggunakan i-Pubers sangat baik dan lancar,” tutupnya.
Senior Manager PT PI Jabar-Banten Saroyo Utomo mengatakan, pihaknya tidak mempersulit petani dalam mendapatkan pasokan pupuk. Buktinya, kuota pupuk di Kabupaten Pandeglang terus ditambah agar hasil panen para petani bisa terus meningkat.
Baca Juga: DKP Banten Salurkan Bantuan Beras untuk Ratusan Nelayan Pulau Tunda yang Tak Melaut
“Akses penebusan yang sudah di I-Pubers harus ditingkatkan, yang belum ada padanan terus di upayakan agar dapat mengakses pupuk bersubsidi, kinerja wilayah banten cukup baik dan perlu dipertahankan dan ditingkatkan terlebih Quota sudah ditambahkan,” imbuhnya. (adib)
























