SATELITNEWS.COM, SERANG – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Provinsi Banten, memberikan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada 487 nelayan, di Pulau Tunda dan wilayah pesisir.
Tindakan itu sengaja dilakukan, karena para nelayan tidak bisa melaut dan mengalami kesulitan atau paila, sejak beberapa waktu lalu akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
Kepala DKP Provinsi Banten Nasir M. Daud mengatakan, pemberian bantuan beras CPP tersebut ditujukan bagi masyarakat terdampak kerawanan pangan di Kabupaten Serang, khususnya nelayan Pulau Tunda dan wilayah pesisir, yang mengalami gagal melaut akibat kondisi cuaca dan gelombang tinggi.
“Pengiriman pangan ke daerah kepulauan membutuhkan perhatian khusus, baik dari sisi transportasi, keamanan perjalanan, maupun memastikan bantuan tiba kepada penerima yang berhak,” katanya, Selasa (2/12/2025).
Nasir mengatakan, pemberian bantuan tersebut untuk membantu para nelayan, karena mereka tidak bisa pergi melaut dan kesulitan secara finansial. Oleh karena itu, melalui bantuan tersebut diharapkan bisa membantu para nelayan selama musim paila atau paceklik ini.
“Penyaluran bantuan itu bukan hanya sekadar mendistribusikan beras CPP, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan masyarakat di wilayah kepulauan juga mendapat akses pangan yang terjamin,” tambahnya.
Baca Juga: Kerugian Akibat Puso di Banten Membengkak, Estimasi Capai Rp46,8 Miliar
“Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kondisi nelayan yang tidak dapat melaut. Pendapatan nelayan yang menurun akibat cuaca ekstrem membuat intervensi pangan menjadi sangat diperlukan untuk menjaga ketahanan pangan keluarga mereka,” ujarnya.
Nasir mengaku, pemberian bantuan tersebut langsung diserahkan kepada para nelayan agar tepat sasaran. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, dirinya langsung mengawal perjalanan pengiriman beras menyeberangi perairan menuju Pulau Tunda.
“Pulau Tunda memiliki kondisi geografis yang tidak mudah dijangkau. Karena itu, kami pastikan distribusi bantuan beras ini dikawal, agar tepat sasaran dan tidak mengalami hambatan di lapangan,” pungkasnya.
Nasir mengaku, pihaknya langsung menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada perwakilan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta meninjau langsung proses penyaluran yang dilakukan oleh PT Pos Indonesia Cabang Serang, PT POS Indonesia, yang bertindak sebagai mitra transporter resmi, di dalam pendistribusian bantuan beras CPP Provinsi Banten.
“Di Pulau Tunda, Desa Wargasara, Kecamatan Tirtayasa, yang menjadi lokasi penyaluran lanjutan di daratan. Sebanyak 487 KPM menerima bantuan beras CPP di desa tersebut. Penyaluran berlangsung aman, tertib, dan terpantau sesuai ketentuan,” tuturnya.
Masir menekankan, pentingnya percepatan birokrasi dalam proses pemberian bantuan, terutama ketika masyarakat menghadapi kondisi mendesak. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa kecepatan respons sangat penting agar bantuan tidak hilang momentum.
Baca Juga: Program B2SA Terus Digaungkan, Dinas Ketahanan Pangan Banten Libatkan Ponpes
“Kita ingin bantuan ini tepat waktu, tidak hilang momentum. Saat daerah mengajukan permohonan bantuan, prosesnya harus dipercepat dan dipastikan segera diterima, ketika masyarakat benar-benar membutuhkan pangan,” ujarnya lagi.
Kepala Bidang (Kabid) Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan DKP Provinsi Banten, Abdul Haris mengatakan, beras CPP Provinsi Banten merupakan instrumen penting dalam menjaga ketersediaan pangan di Provinsi Banten.
“CPP adalah bantalan yang sangat penting. Dengan cadangan pangan ini, kita bisa bergerak cepat membantu masyarakat ketika terjadi kondisi darurat,” ucapnya.
Dia mengatakan, penyaluran bantuan ini menjadi wujud sinergitas antara Pemprov Banten, Pemkab Serang, PT Pos Indonesia, dan Perum Bulog. Kerja sama yang dilakukan lintas sektor dan instansi itu bertujuan untuk memastikan pendistribuan pangan berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.
“Kita akan terus memperkuat cadangan pangan daerah serta memastikan seluruh masyarakat, baik di daratan maupun kepulauan di seluruh wilayah Provinsi Banten mendapatkan akses pangan yang layak,” imbuhnya. (adib)

















