SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Bencana alam berupa tanah longsor di Kampung Sari Mulya Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) telah memasuki hari keempat. Hingga Kamis (11/7), warga yang mengungsi belum berani kembali ke rumah lantaran takut terjadi longsor susulan.
Salah satu warga terdampak, Agus Tantapurba (39) menyampaikan bahwa dia dan belasan warga yang mengungsi di rumah sanak saudara masing-masing akan kembali setelah turap tebing selesai dibangun.
“Ada tiga kepala keluarga yang mengungsi. Ada yang di Pamulang, Pondok Aren, Viktor, sebelumnya tinggal di kontrakan sini. Arahan dari kepolisian juga untuk meminimalisir korban jiwa. Sampai hari ini masih mengungsi,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Kamis (11/7).
“Kemungkinan balik lagi sampai turap dibangun kembali. Makanya kemarin pada nanya kepastiannya kapan. Kalau memang ngga tau kepastian kapan, ya biar pindah. Namanya orang tinggal ya ngga mungkin numpang dalam waktu yang lama,” lanjut Agus.
Sebagai informasi, evakuasi reruntuhan tebing telah selesai dilakukan oleh petugas gabungan pada Rabu malam. Namun, saat ini jalan yang sebelumnya tertutup tanah longsor ditutup sementara. Pasalnya, dikhawatirkan ada longsor susulan. Jalan tersebut merupakan salah satu alternatif penghubung warga perumahan dengan Jalan Lingkar Baru BRIN, Kecamatan Setu.
“Proses evakuasi longsoran tanah dan puing sudah selesai kemarin. Untuk sementara akses jalan tembusan ke perumahan warga di tutup sementara biar aman,” kata Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Dian Wiryawan.
Baca Juga: Provider Membandel, Kabel Udara di Ciputat Timur Ditertibkan
Pantauan di lokasi, terdapat sejumlah petugas dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimta) Kota Tangsel menutupi lokasi longsor menggunakan terpal besar berwarna biru. Hal ini dilakukan guna meminimalisir apabila wilayah tersebut turun hujan.
Diberitakan sebelumnya, belasan orang di Kampung Sari Mulya, RT 008 RW 002, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengungsi akibat dampak bencana alam tanah longsor. Diameter longsor 10 meter dengan ketinggian 6 meter itu diakibatkan curah hujan tinggi.
Akibatnya, tiga kepala keluarga (KK) mengungsi untuk sementara akibat dampak dari tanah longsor. Kata dia, longsor terjadi pada, Senin (8/7/2024) malam. (eko)

















