SATELITNEWS.COM, SERANG – Komnas Perlindungan Anak (PA) Provinsi Banten, mendorong setiap orang tua untuk membentuk sebuah lingkungan keluarga yang ramah terhadap perempuan dan anak. Lingkungan yang aman dan penuh kasih sayang, akan membentuk karakter anak-anak menjadi kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Ketua Komnas PA Provinsi Banten, Hendry Gunawan mengatakan, di momen hari Anak Nasional 2024 ini, dirinya mengajak kepada seluruh orang tua di Provinsi Banten untuk bersama-sama berkomitmen, untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak.
“Mereka adalah masa depan Banten dan Indonesia. Dengan memberikan mereka dukungan dan perlindungan yang layak, kita membantu mewujudkan generasi yang lebih baik dan berdaya saing,” kata Gunawan, Selasa (23/7/2024).
Dikatakan pria yang akrab disapa Gugun ini, hari Anak ini harus bisa dijadikan sebagai momentum bagi kita semua, untuk bersatu dalam upaya melindungi dan menghargai anak-anak, memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman, bahagia, dan penuh cinta kasih.
“Anak-anak Provinsi Banten tidak hanya menunjukkan bakat dan dedikasi mereka di berbagai bidang, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya. Itu salah satunya yang menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak,” ujarnya.
Apalagi, lanjutnya, Banten telah mendapatkan penghargaan sebagai Provinsi Layak Anak selama empat tahun berturut-turut. Selain itu, delapan kabupaten/kota di Banten masing-masing telah mendapatkan predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dengan berbagai tingkatan, seperti Pratama, Madya, dan Nindya.
Harapannya, penghargaan ini dapat terus meningkat hingga mencapai tahap KLA atau Paripurna, menunjukkan keseriusan dan keberhasilan dalam melindungi dan memajukan hak-hak anak.
“Banten telah melahirkan banyak anak berbakat yang mencetak prestasi gemilang di bidang akademik, olahraga, seni, dan budaya. Anak-anak ini telah menunjukkan dedikasi dan kerja keras yang luar biasa. Mereka tidak hanya membawa pulang medali dan piala, tetapi juga menjadi inspirasi bagi teman-teman sebaya mereka,” jelasnya.
Namun, di balik kebanggaan tersebut, masih banyak pekerjaan rumah yang perlu kita selesaikan. Tidak bisa dipungkiri, masih banyak anak jalanan yang hidup tanpa kepastian. Mereka seringkali menjadi tulang punggung keluarga di usia yang seharusnya diisi dengan belajar dan bermain.
“Pekerja anak juga masih menjadi pemandangan umum di beberapa wilayah, mengorbankan masa kecil mereka demi kebutuhan ekonomi keluarga,” ucapnya.
Tidak hanya itu, angka anak putus sekolah masih cukup tinggi. Banyak anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena berbagai alasan, mulai dari faktor ekonomi hingga masalah keluarga.
Selain itu, kasus kekerasan terhadap anak, terutama yang dilakukan oleh orang-orang terdekat, masih sering kita dengar. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap anak-anak kita masih perlu ditingkatkan.
“Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah harus memperkuat kebijakan dan program yang mendukung kesejahteraan anak. Masyarakat harus lebih peka dan terlibat dalam upaya perlindungan anak,” tutupnya. (luthfi)