SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Momen tasyakuran atau ruat laut di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, menjadi kegiatan menarik untuk wisatawan lokal dan luar daerah. Namun sayang, momen tersebut belum pernah mendapat perhatian khusus dari Pemkab Pandeglang.
Ketua Panitia Ruat Laut, Wiwit Soegihartoyo mengakui, meski acara tersebut sudah sering dilakukan, namun hingga saat ini belum pernah mendapatkan bantuan dari Pemkab Pandeglang. Padahal, tradisi tersebut bisa menjadi salah satu daya tarik masyarakat atau wisatawan, untuk berkunjung ke Carita.
“Saya menyayangkan sekali, karena saya tujuannya bukan hanya untuk tasyakuran laut untuk meningkatkan pariwisata yang ada di Carita. Kenapa kita bisa kalah dengan Anyer, sedangkan pantai Carita punya Gunung Krakatau, Curug. Di sini dan wisatanya dulu banyak sekali, cuma sekarang merosot,” kata Wiwit, Rabu (24/7/2024).
Dia mengatakan, acara tersebut hanya dilakukan setahun sekali dan sudah menjadi budaya lokal. Acara itu juga, dijadikan momen masyarakat lokal untuk meraup keuntungan, atau meningkatkan perekonomian karena banyak warga yang memanfaatkan acara tersebut untuk berjualan dan lainnya.
“Kegiatan itu kita adakan satu bulan, cuma di acara puncak itu pada tanggal 24 Juli. Rangkaian acara kita, dari tanggal 4 Juli sudah adakan kegiatan seperti pasar malam atau bazaar terus ada voli ball, dan di puncaknya jaipong dan wayang golek dua hari dua malam. Tujuannya itu, kita bersyukur kepada Allah SWT atas diberinya kesehatan, sehingga nelayan bisa mencari nafkah di laut,” tambahnya.
Dia mengatakan, kegiatan ini dapat berjalan lancar dengan kehadiran para tokoh dan dukungan dari Muspika Carita. Secara keseluruhan, ada sebanyak 300 kapal nelayan yang ikut serta dalam proses membuang kepala kerbau di laut sebagai salah satu tradisi lokal, menggambarkan rasa syukur atas rezeki yang didapat dari laut.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Karena tujuan kita selain meningkatkan seni budaya kita ingin meningkatkan pariwisata cuma saya mohon untuk dinas pariwisata agar bisa mensupport khususnya kabupaten Pandeglang. Jujur saya secara pribadi belum di support 100 persen, hanya di support doa, tapi alhamdulillah doa mereka acara ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Ketua Ikatan Kepala Desa (Ikades) Carita, Sandi Wyasa mengatakan, acara ini merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT, yang telah memberikan kekayaan laut yang berlimpah. Meski begitu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat dan nelayan agar bisa menjaga kebersihan alam, dengan cara tidak membuang sampah di laut.
“Kita sebetulnya bersyukur terhadap alam yang ada di Carita, khususnya laut. Tapi kita juga dzolim kepada laut itu. Warga Carita, sering membuang sampah ke sungai dan pantai. Kita bersyukur tapi kita pun dzolim karena buang sampah sembarangan. Mohon kepada masyarakat Carita, khususnya Desa Carita dan Sukajadi tolong jangan membuang sampah ke sungai dan laut, karena pantai ini menjadi mata pencaharian kita bersama,” imbuhnya. (adib)
























