SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Nasib nahas dialami Agis Hamadey (19), warga Taman Lopang Indah FU 21/24, Desa Unyur, Kecamatan Serang, Kota Serang. Dia tenggelam dan terbawa arus ombak, saat berenang di Pantai Lippo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Rabu (7/8/2024), sekira pukul 07.00 WIB.
Kepala Seksi (Kasi) Siaga dan Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten, Hairoe Amir Abyan, membenarkan adanya satu wisatawan tenggelam di pantai Lippo, Kecamatan Carita. Hingga pukul 16.45 WIB, korban atas nama Agis Hamadey belum ditemukan dan masih dilakukan pencarian.
“Betul, satu orang wisatawan dikabarkan hilang terseret ombak di Pantai Lippo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kami langsung ke lokasi, dan melakukan pencarian disekitar lokasi kejadian,” kata Hairoe, Rabu (7/8/2024).
Pria yang akrab disapa Heru ini mengatakan, kejadian itu bermula ketika Agis dan dua orang temannya sedang berlibur dan berenang di pantai Lippo, Kecamatan Carita sekira pukul 06.00 WIB. Satu jam kemudian, ketiganya sedang asik berenang, datang ombak besar dan menghanyutkan Agis, sedangkan kedua rekannya berhasil diselamatkan.
“Kedua rekannya, yang bernama Sultan (19) dan Yusuf Muhammad (19), berhasil diselamatkan. Sementara korban hilang, terseret ombak Pantai Lippo, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang,” tambahnya.
Heru mengaku, setelah mendapatkan laporan adanya orang hilang terbawa arus ombak, pihaknya langsung menerjunkan tim dan melakukan pencarian. Namun, hingga sore hari korban belum ditemukan, dan pencarian akan kembali dilakukan esok hari hingga tujuh hari kedepan, sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
“Adapun alat yang digunakan untuk pencarian korban, diantaranya Rescue Car, Rubber Boat dan Mopel, Palsar Air, Palsar Komunikasi, Palsar Medis, Aqua Eyes dan Palsar selam,” ujarnya.
Sementara, Ketua Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Nasional, Ade Ervin mengatakan, pihaknya ikut melakukan pencarian terhadap korban. Dia juga menyayangkan, tidak adanya petugas Balawista yang ditugaskan menjaga oleh pihak pengelola pantai.
“Tidak ada petugas Balawista, yang ditugaskan setiap hari di Pantai Lippo, kecuali hari Sabtu dan Minggu. Tetapi, kita tetap ikut melakukan pencarian terhadap korban tenggelam itu, kita akan terus ikut melakukan pencarian sampai korban ditemukan,” imbuhnya. (adib)
























