Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Bisnis

Penerimaan Negara Ditargetkan 3.000 Triliun di 2025

Oleh Made Nusantara
Kamis, 5 Sep 2024 12:23 WIB
Rubrik Bisnis, Nasional
Penerimaan Negara Ditargetkan 3.000 Triliun di 2025

Menteri Keuangan Sri Mulyani. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Pada tahun anggaran 2025, pemerintah bersama DPR bersepakat menargetkan pendapatan negara sebesar Rp 3.005,13 triliun. Jumlah ini berarti naik 0,27 persen dari yang diusulkan Pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 Rp 2.996,87 triliun.

“Ini rekor baru, yaitu penerimaan menembus Rp 3.000 triliun,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR membahas penetapan postur Rancangan Undang-Undang APBN Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPR, Senayan.

Dalam rapat tersebut hadir juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Menurut Sri Mul, terdapat kenaikan 1,63 persen untuk Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari Rp 505,38 triliun menjadi Rp 513,64 triliun. Kenaikan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan Kekayaan Negara yang Dipisahkan (KND) senilai Rp 4 triliun karena adanya proyeksi peningkatan kinerja BUMN, serta kenaikan PNBP kementerian/lembaga (K/L) pada Kementerian Komunikasi dan Informatika, Polri, Kementerian Perhubungan, serta Kementerian Hukum dan HAM.

Sri Mulyani menambahkan, target penerimaan perpajakan tidak berubah, yaitu senilai Rp 2.490,9 triliun. Adapun target penerimaan perpajakan tersebut terdiri atas penerimaan pajak Rp 2.189,3 triliun, serta kepabeanan dan cukai Rp 301,6 triliun.

Sejalan dengan perubahan target pendapatan negara, Pemerintah dan DPR juga menyepakati kenaikan pagu belanja negara sebesar 0,22 persen dari Rp 3.613,06 triliun menjadi Rp 3.821,31 triliun. Kenaikan tersebut hanya berpengaruh pada belanja pemerintah pusat yang menjadi Rp 2.701,44 triliun. “Transfer ke daerah tidak berubah, yakni Rp 919,87 triliun,” ujarnya.

Sedangkan, untuk belanja K/L dalam pos belanja pemerintah pusat, belum mengalami perubahan, karena bakal menunggu beberapa pembahasan dari K/L dan arahan dari presiden terpilih. Dia menambahkan, perubahan pagu belanja negara tersebut akan mengikuti kenaikan target pendapatan negara. Karena itu, defisit dalam RAPBN 2025 tidak mengalami perubahan. “Postur RAPBN 2025 tetap terjaga di defisit Rp 616,19 triliun atau 2,53 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto),” urainya.

BeritaTerbaru

pramono-evaluasi-tarif-rute-transjabodetabek-ke-bandara-soekarnohatta_310401

Tarif Rute Transjabodetabek ke Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Segera Diputuskan

Sabtu, 9 Mei 2026 13:07 WIB
Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Erupsi Gunung Dukono, 3 Pendaki Masih Dicari

Sabtu, 9 Mei 2026 07:44 WIB
Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Guru Honorer Dihapus Akhir 2026, DPR: Operasional Sekolah Jangan Terganggu

Sabtu, 9 Mei 2026 07:36 WIB
Hotel Santika Premiere Bintaro

Hotel Santika Premiere Bintaro Hadirkan Amayzing Room Package

Jumat, 8 Mei 2026 15:29 WIB

Ketua Banggar DPR Said Abdullah menjelaskan, perubahan postur belanja negara tersebut berasal dari belanja pemerintah pusat yang naik dari Rp 2.693,10 triliun menjadi Rp 2.701,44 triliun. Terdiri dari perubahan belanja non K/L dari Rp 1.716,40 triliun menjadi Rp 1.724,65 triliun.

Kemudian, belanja non K/L terjadi perubahan pada belanja subsidi energi yang berkurang dari Rp 204,53 triliun menjadi Rp 203,41 triliun. Besaran nilai subsidi energi yang berubah disebabkan oleh asumsi kurs rupiah yang juga berubah dari Rp 16.100 menjadi Rp 16 ribu per dolar AS.

Said melanjutkan, belanja kompensasi BBM dan listrik naik dari Rp 189,80 triliun menjadi Rp 190,92 triliun. “Jadi kompensasi BBM dan listrik mengalami kenaikan, tetapi untuk subsidi BBM dan listrik ada penurunan. Penurunan itu tetap dipakai untuk kompensasi,” terang Said.

Selain itu, perubahan juga terjadi pada pos cadangan belanja negara, yang semula Rp 96,88 triliun menjadi Rp 103,49 triliun. Lalu cadangan anggaran pendidikan dari Rp 107,86 triliun menjadi Rp 109,51 triliun. Sementara cadangan Transfer ke Daerah (TKD) tetap, alias tak mengalami perubahan.

Said lalu menanyakan kepada anggotanya apakah usulan tersebut dapat diterima. “Dapat disetujui?” tanya Said. “Setuju,” jawab Anggota Banggar kompak. Realistiskah target tersebut? Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menilai, target pendapatan tersebut kurang realistis. Kenapa? Pertama, tantangan tahun depan berasal dari rendahnya harga komoditas, sehingga mempengaruhi penerimaan PPh migas dan PNBP dari Sumber Daya Alam (SDA).

Kedua, risiko geopolitik yang tinggi menyebabkan gangguan pada kinerja ekspor ke negara tradisional. “Ujungnya, penerimaan negara dari bea keluar, misalnya jadi lebih rendah,” ulas Bhima, tadi malam. Ketiga, kelas menengah sedang tertekan berbagai pajak dan pungutan, ditambah rencana kenaikan PPN 12 persen justru bisa menurunkan konsumsi rumah tangga. Alhasil, menganggu penerimaan pajak total.  Keempat, sektor industri manufaktur yang melambat. Ini bisa dilihat dari PMI manufaktur di bawah level ekspansif.

Ia mengatakan, jika target penerimaan negara mau ambisius, maka Pemerintah harus lakukan tiga hal. Pertama, dorong inovasi perpajakan seperti pemberlakuan pajak karbon, pajak kekayaan (wealth tax), pajak produksi batubara, dan pajak ekologis.

Kedua, perbaiki insentif pajak, karena terlalu banyak berikan insentif pajak ke perusahaan smelter membuat rasio pajak rendah. Ketiga, Pemerintah perlu cari motor pertumbuhan ekonomi yang potensial. “Seperti industri penunjang transisi energi, ekonomi restoratif dan ekonomi biru. Makin luas diversifikasi ekonominya makin besar potensi pajak barunya,” terang Bhima.

Di dunia maya, netizen mengaminkan agar penerimaan negara berlimpah. “Mantap Bu Sri Mulyani. Semangat terus buat bangsa,” doa @tamrin. “Sehat-sehat Bu Menteri! Kawan kepentingan rakyat terus ya bu,” pinta @mcblushgift. “Terima kasih Ibu @smindrawati yang luar biasa. Sehat selalu,” pungkas @ernaiskandar. (rm)

 

Tags: APBN 2025menteri keuanganPenerimaan Negara Ditarget 3000 triliun pada 2025
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

370930
Edukasi

Geruduk DPRD Kabupaten Tangerang, Warga Tolak Kenaikan BBM Non Subsidi

Jumat, 8 Mei 2026 12:59 WIB
jamaah haji indonesia fase kedua tiba
Nasional

12 Jamaah Haji Indonesia Wafat

Jumat, 8 Mei 2026 12:53 WIB
Foto 1 – Botanic Villa NavaPark BSD City (1)
Bisnis

Botanic Villa NavaPark Ludes Terjual dalam 5 Bulan

Kamis, 7 Mei 2026 21:50 WIB
Melawan Badai Global, Investasi Kabupaten Tangerang Melesat Rp17 Triliun
Bisnis

Melawan Badai Global, Investasi Kabupaten Tangerang Melesat Rp17 Triliun

Kamis, 7 Mei 2026 21:00 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Kepesertaan BPU melalui Keagenan di Lingkungan RT/RW
Bisnis

BPJS Ketenagakerjaan Dorong Perluasan Kepesertaan BPU melalui Keagenan di Lingkungan RT/RW

Kamis, 7 Mei 2026 18:03 WIB
Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat
Nasional

Cek Kesehatan Gratis Jangkau 100 Juta Orang, Temuan Anak Mencuat

Rabu, 6 Mei 2026 17:34 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu

Sekda Lebak Beberkan Kendala Naiknya Gaji PPPK Paruh Waktu

Selasa, 12 Mei 2026 18:29 WIB
Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Korban perilaku kekerasan sang kekasih, berinisial B. (ISTIMEWA)

Seorang Gadis Di Pandeglang Diduga Menjadi Korban Kekerasan Kekasihnya Sendiri

Selasa, 12 Mei 2026 18:32 WIB
Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang

Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Kanwil DJP Banten Tetapkan Tersangka Tindak Pidana Perpajakan Penyidikan Pabrik Baja di Tangerang

Rabu, 13 Mei 2026 11:13 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.