Senin, 6 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Benarkah Cokelat Bisa Picu Timbulnya Jerawat?

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 7 Okt 2024 17:26 WIB
Rubrik Life Style, Ragam
Benarkah Cokelat Bisa Picu Timbulnya Jerawat?

ILUSTRASI Cokelat. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sejak lama, cokelat dan beberapa makanan manis lainnya kerap dianggap sebagai penyebab jerawat. Namun, tampaknya anggapan itu salah.

Pada akhir 1960-an, beberapa studi menganalisis hubungan antara cokelat dan jerawat. Hasilnya, tak ada kaitan antara keduanya. Namun, analisis tersebut hanya melibatkan 65 orang. Studi itu pun dikritik banyak pihak karena berbagai kekurangan pada sistem penelitiannya.

Studi teranyar mengindikasikan bahwa memang ada hubungan antara jerawat dan pola makan. Studi itu berfokus pada pola makan Barat, yang tinggi lemak, gula, dan produk susu.

Namun, jerawat yang lebih parah dan berulang pada remaja dan orang dewasa kebanyakan terjadi karena faktor genetik, kata Beibei Du-Harpur, seorang ahli dermatologi dan pengajar klinis di Kings College London. Menurut dia, gen manusia menentukan ukuran kelenjar sebasea yang memproduksi minyak.
Produksi minyak ini berpengaruh pada pembentukan jerawat.

Kasus jerawat pada orang dewasa meningkat dalam beberapa tahun belakangan, terutama pada perempuan, tapi tak ada alasan pasti mengapa fenomena ini terjadi. Namun, beberapa faktor lingkungan dalam kehidupan sehari-hari dapat membawa pengaruh.

“Secara umum, gaya hidup kita tidak baik untuk tubuh manusia, dan mungkin jerawat merupakan manifestasi dari itu semua,” ujar Du-Harpur, seperti dikutip BBC 6 Oktober 2024.

Baca Juga: BPOM Temukan Tiga Produk Pangan Berformalin di Pasar Serpong

Dalam satu studi, peneliti berpendapat bahwa jerawat semakin parah akibat gaya hidup modern, termasuk pola makan Barat yang tinggi gula dan lemak.

Pemicu jerawat itu sendiri mencakup stres, tubuh tengah melawan infeksi, atau sedang PMS, ucap Zainab Laftah, seorang konsultan dermatologi di Rumah Sakit St Thomas di London sekaligus juru bicara Yayasan Kulit Inggris.

BeritaTerbaru

3 Pelanggaran yang Diadukan Ruben Onsu ke KPAI, Begini Isi Poinnya

3 Pelanggaran yang Diadukan Ruben Onsu ke KPAI, Begini Isi Poinnya

Senin, 22 Jun 2026 17:46 WIB
Secepatnya, Ruben Onsu Segera Gugat Hak Asuh Anak

Secepatnya, Ruben Onsu Segera Gugat Hak Asuh Anak

Senin, 22 Jun 2026 17:42 WIB
DR. KH. ENCEP SAFRUDIN MUHYI. MM., M.Sc

MUHARRAM: MENATAP MASA DEPAN

Jumat, 12 Jun 2026 13:04 WIB
Damai! Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Batal Cerai

Damai! Clara Shinta dan Muhammad Alexander Assad Batal Cerai

Kamis, 11 Jun 2026 16:58 WIB

Sekitar sembilan dari sepuluh pasien Laftah kerap bertanya kepada sang dokter mengenai makanan yang harus dihindari agar jerawat tak datang lagi. Cokelat adalah salah satu makanan yang paling sering ditanyakan. “Memang ada salah kaprah, tapi ada sedikit fakta juga,” ucap Laftah.

Faktor utama jerawat memang genetik, tapi komponen tertentu dalam pola makan seseorang juga dapat memicu inflamasi, kata Laftah. Sebagian orang memiliki respons kuat terhadap sejumlah kelompok makanan, seperti produk susu. Namun, penumbuhan jerawat akibat produk susu sebenarnya sangat jarang.

Sejumlah peneliti juga sudah berupaya mencari tahu kandungan apa dalam cokelat yang berdampak pada jerawat. Sejauh ini, berbagai studi belum dapat memberikan kesimpulan. Kalau pun ada, kaitannya relatif kecil.

Satu studi pada 2011 meneliti tentang pengaruh makanan dengan kandungan 100% cokelat hitam, yang berarti tak ada gula di dalamnya, terhadap penumbuhan jerawat. Riset itu menunjukkan konsumsi cokelat hitam bisa terkait dengan kemunculan jerawat. Namun, riset itu hanya melibatkan 10 peserta, dan tak ada kelompok kontrol di dalamnya.

Baca Juga: BPOM Mengaku Hadapi Tekanan Berlapis

Lebih jauh, salah satu kaitan antara jerawat dan pola makan dapat dilihat dari indeks glikemik (GI) pada makanan. GI sendiri merupakan indikator seberapa cepat suatu makanan dapat meningkatkan level gula darah dalam tubuh.

Beberapa studi menunjukkan kaitan antara gejala jerawat dan makanan-makanan dengan GI tinggi, seperti buah, roti, dan pasta. Makanan dengan GI tinggi dapat memperparah jerawat, kata Laftah, karena bisa meningkatkan level insulin di dalam tubuh.

Jumlah insulin ini dapat meningkatkan inflamasi, yang berarti memicu produksi minyak pada wajah. Minyak itu kemudian dapat menyumbat pori-pori, hingga berakhir pada jerawat. Namun, cokelat sendiri memiliki GI yang rendah hingga sedang.

Beberapa studi lainnya menunjukkan kaitan antara jerawat dan menyantap makanan tinggi lemak dan gula. Salah satu riset terbesar mengenai kaitan tersebut diterbitkan pada 2020 lalu.

Riset itu membandingkan jerawat dan pola makan lebih dari 24 ribu orang. Para periset mengidentifikasi bahwa pola makan Barat kemungkinan berperan besar terhadap pembentukan jerawat.

Satu studi lainnya juga menemukan bahwa tak ada jerawat di tengah masyarakat yang tinggal di kepulauan Kitavan di Papua Nugini. Warga di sana tak berjerawat karena mengonsumsi makanan yang rendah GI. Meski demikian, para peneliti sudah menyesuaikan sejumlah faktor, yang kemungkinan dapat berpengaruh pada hasil akhir riset tersebut.

Studi populasi semacam ini memang dikenal tak bisa dengan konkret membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung. Namun, para ilmuwan juga sudah mendalami hubungan lainnya yang bisa mengaitkan antara jerawat dan pola makan Barat.

“Jerawat merupakan sindrom metabolisme kulit. Banyak kaitan antara jerawat dan penyakit-penyakit Barat lainnya, seperti diabetes dan obesitas,” tutur Bodo Melnik, profestor dermatologi dan pengajar di Universitas Osnabruck, Jerman.

Dalam sebuah makalah pada 2015, dia mengatakan bahwa karbohidrat olahan (yang biasanya tinggi GI), susu, serta lemak jenuh dan lemak trans dapat memicu jerawat. Itu terjadi karena pola makan tinggi GI memicu “respons berbahaya” terhadap folikel (tempat tumbuh rambut pada kulit), yang pada akhirnya meningkatkan produksi minyak.

Jadi, apakah cokelat menyebabkan jerawat?

Cokelat tidak mengandung banyak lemak jenuh, tapi bisa memiliki banyak gula. Seberapa besar pengaruhnya tidak hanya bergantung pada pola makan secara keseluruhan, tapi juga tipe cokelat yang disantap. Kian gelap cokelat, semakin rendah kadar gulanya.

Di sisi lain, ada pula kemungkinan manfaat memakan cokelat hitam terhadap kesehatan kulit. Beberapa studi mengindikasikan cokelat hitam mengurangi stres oksidatif di dalam kulit, yang dapat berkontribusi pada inflamasi.

Stres oksidatif sendiri merupakan kondisi ketika radikal bebas dan antioksidan di dalam tubuh tidak seimbang. Meski demikian, efek pengurangan stres oksidatif ini lebih berpengaruh untuk mengurangi tanda-tanda penuaan ketimbang mengurangi risiko jerawat.

“Memakan cokelat hitam membawa sejumlah manfaat bagi kulit karena mengandung flavonoid,” kata Laftah.

Menurut Laftah, beberapa jenis flavonoid merupakan antioksidan yang kuat, yang memegang peran krusial dalam melepaskan radikal bebas dalam kulit, yang dapat memicu penuaan kulit.

Yang terpenting, pola makan tertentu, seperti yang tinggi kalori dan rendah nutrisi, memang mungkin dapat berpengaruh pada inflamasi ringan dalam tubuh. Namun, inflamasi itu dapat berubah menjadi jerawat jika seseorang secara genetik memang rentan terhadap jerawat, kata Du-Harpur.

Secara umum, makanan yang baik untuk kesehatan, seperti buah, sayuran, dan makanan kaya anti-oksidan lainnya, tentu baik untuk kulit. “Tubuh bekerja secara terkoordinasi, jadi segala sesuatu yang baik untuk hati dan otak, tentu baik pula untuk kulit,” katanya. (bbc)

Tags: COKELATjerawatmakanan
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Bawa Saksi Kunci, Raffi Ahmad Buktikan Tak Pernah Lakukan Transaksi di Blueray
Life Style

Bawa Saksi Kunci, Raffi Ahmad Buktikan Tak Pernah Lakukan Transaksi di Blueray

Kamis, 11 Jun 2026 16:14 WIB
Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kondisi Bolot Saat Ini
Life Style

Usai Dilarikan ke Rumah Sakit, Begini Kondisi Bolot Saat Ini

Kamis, 11 Jun 2026 15:21 WIB
Dikabarkan Cerai dengan Didi Mahardika, Begini Tanggapan Cita Rahayu
Life Style

Dikabarkan Cerai dengan Didi Mahardika, Begini Tanggapan Cita Rahayu

Kamis, 11 Jun 2026 15:15 WIB
Terseret Kasus Hanania Travel, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Polisi
Life Style

Terseret Kasus Hanania Travel, Thariq Halilintar dan Aaliyah Massaid Diperiksa Polisi

Kamis, 11 Jun 2026 14:54 WIB
Richard Lee Resmi Ditahan di Lapas Tangerang
Life Style

Richard Lee Resmi Ditahan di Lapas Tangerang Kota

Rabu, 10 Jun 2026 16:51 WIB
Arumi Bachsin Hadiri Acara Kelulusan Anak Pertamanya
Life Style

Arumi Bachsin Hadiri Acara Kelulusan Anak Pertamanya

Selasa, 9 Jun 2026 17:03 WIB
UMN HUT Satelit News 2026
SARI ASIH Tangerang HUT Satelit News 2026
PARTAI DEMOKRAT DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
FRAKSI PDI P DPRD Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPORABUDPAR Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISPERINDAG Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
DISHUB TANGSEL HUT Satelit News 2026
DINSOS Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang HUT Satelit News 2026
BPBD Kota Tangerang HUT Satelit News 2026
PORDA XII PEPARPEDA IX Kota Cilegon
PT LKM WTP KAB TANGERANG
WTP Kab Tangerang

Berita Pilihan

U-Turn Khusus Motor di Jalan Ciater Serpong Ditargetkan Beroperasi Juli

U-Turn Khusus Motor di Jalan Ciater Serpong Ditargetkan Beroperasi Juli

Rabu, 1 Jul 2026 16:21 WIB
Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat

Kualitas Udara di Jatiwaringin Memburuk, Warga Diminta Tak Mendekat

Jumat, 3 Jul 2026 07:30 WIB
Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Wali Kota Tangerang Ajak Bangun SDM Berkualitas dari Keluarga

Senin, 29 Jun 2026 15:16 WIB
Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara

Selasa, 30 Jun 2026 15:20 WIB
Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Kisah Nurdin, Lansia Sebatang Kara Asal Lebak Hidup dalam Kemiskinan

Rabu, 1 Jul 2026 20:30 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.