SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Italia dalam performa positif jelang menjamu Belgia di Stadion Olimpico, Jumat (11/10/2024) pukul 01.45 WIB dalam laga matchday 3 UEFA Nations League (UNL) A 2024/2025 Grup 2. Sebaliknya, tim tamu Belgia dalam kondisi tak baik-baik saja.
Timnas Italia yang terpuruk di EURO 2024, menjalani kebangkitan dalam 2 laga awal UNL 2024/25. Gli Azzurri yang masih ditangani oleh Luciano Spalletti sukses menaklukkan Prancis 1-3 di Paris, lalu menang 1-2 kontra Israel dalam laga yang dimainkan di tempat netral, Budapest. Ini membuat Gli Azzurri ada di puncak klasemen Grup A dengan 6 poin dari 2 laga.
Situasi berbeda dirasakan Belgia. The Red Devils membuka petualangan mereka di UNL 2024/25 dengan menang 3-1 atas Israel di Debrecen. Namun, ketika jumpa Prancis, Belgia dikalahkan dengan skor 2-0 di Décines-Charpieu. Dengan kondisi hanya 2 tim teratas grup yang berhak lolos ke perempat final, posisi Belgia terjepit. Mereka bisa saja harus menjalani playoff degradasi untuk sekadar bertahan di UNL A.
Laga Italia kontra Belgia akan jadi keunikan tersendiri. Dalam duel ini, pelatih Belgia asal Italia, Domenico Tedesco bakal unjuk kebolehan taktik di depan Luciano Spalletti, sang senior. Tedesco yang baru berusia 39 tahun, sebelumnya belum pernah menangani klub Serie A. Klub elite Eropa yang pernah dilatihnya adalah Schalke 04, Spartak Moskow, dan RB Leipzig.
Sejak 1913, Italia dan Belgia sudah bertemu dalam 24 pertarungan. Gli Azzurri yang memiliki sejarah yang kuat, memenangi 16 duel, sedangkan The Red Devils cuma unggul dalam 4 laga. Selebihnya, 4 perjumpaan lain berakhir imbang.
Pertemuan terakhir Italia dan Belgia tersaji di babak perempat final Euro 2020 lalu. Ketika itu, Gli Azzurri menaklukkan The Red Devils dengan skor 2-1. Dua gol Italia dicetak oleh Nicolo Barella dan Lorenzo Insigne, sedangkan satu gol Belgia diciptakan Romelu Lukaku dari titik penalti.
Italia sedang dalam tren positif menghadapi Belgia. Dalam 3 perjumpaan terakhir, Gli Azzurri selalu menang. Kali ini, peluang untuk kembali menundukkan The Red Devils terbuka lebar. Bukan cuma karena Italia bermain di kandang. Performa pasukan Spalletti sedang apik, ditambah materi pemain mereka juga setingkat di atas Belgia.
Namun, Luciano Spalletti enggan jemawa. Ia malah melihat Belgia sebagai ancaman. Menurut sang juru taktik berusia 65 tahun, The Red Devils ampuh dalam build-up play. Ia memperkirakan laga tetap berjalan dengan ketat dan mengesampingkan peluang Italia menang mudah.
“Belgia adalah ujian yang berat, tim yang kuat, dan salah satu yang terbaik dalam hal membangun permainan dari belakang. Dalam hal penyerangan, memang benar mereka kehilangan Lukaku, tetapi mereka memiliki pemain yang sangat cepat, dapat menemukan ruang, dan sangat berbahaya,” kata Spalletti dikutip dari laman FIGC.
Laga kontra Belgia bisa menjadi kesempatan bagi Spalletti untuk bereksperimen. Saat ini, dalam skuadnya ada 2 nama pemain muda yang menarik perhatian. Mereka adalah Daniel Maldini, penyerang 22 tahun asal klub Monza. Juga, gelandang Niccolo Pisilli (20 tahun) dari Roma. Meskipun kemungkinan tidak akan menembus starting XI, Maldini dan Pisilli bisa jadi alternatif Spalletti sepanjang laga.
“Saya sangat bangga. Dulu, saya pernah didekati oleh Venezuela, tetapi saya lebih memilih menunggu saat yang tepat untuk berada di sini. Saya rasa penantian itu sepadan,” papar Maldini, yang merupakan generasi ketiga keluarga Maldini setelah sang kakek yang legendaris, Cesare, dan sang ayah, Paolo.
Di kubu Belgia, Domenico Tedesco memiliki skuad yang terbatas. Kevin De Bruyne menepi karena cedera, sedangkan Romelu Lukaku absen karena alasan pribadi.
Timnas Italia kemungkinan besar akan menggunakan 5 gelandang seperti biasa dengan pola 3-5-1-1 atau 3-5-2. Federico Dimarco dan kawan-kawan akan berusaha memutus sirkulasi bola Belgia. Komposisi lini tengah Gli Azzurri memang cukup mewah dengan keberadaan Sandro Tonali dan Davide Frattesi.
Sementara itu, Belgia tidak diperkuat Kevin de Bruyne yang cedera. Dengan komposisi 4-2-3-1 yang menjamin kestabilan permainan, The Red Devils akan coba meladeni Italia. Pelatih Domenico Tedesco akan mengandalkan kecepatan Jeremy doku dan Leandro Trossard saat counter attack. (dm)
PERKIRAAN SUSUNAN PEMAIN
ITALIA (3-5-1-1): Gianluigi Donnarumma; Giovanni Di Lorenzo, Alessandro Bastoni, Riccardo Calafiori; Federico Dimarco, Samuele Ricci, Sandro Tonali, Davide Frattesi, Raoul Bellanova; Lorenzo Pellegrini; Mateo Retegui
Pelatih: Luciano Spalletti
BELGIA (4-2-3-1): Matz Sels; Timothy Castage, Wout Faes, Arthur Theate, Zeno Debast; Youri Tielemans, Orel Mangala; Jeremy Doku, Leandro Trossard, Dodi Lukebakio; Lois Openda
Pelatih: Domenico Tedesco