SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Sebanyak 14 ruang kamar asrama putri dan satu bangunan kantin milik Pondok Pesantren Daar El Qolam hangus terbakar, Rabu (30/10) dini hari. Akibat kebakaran tersebut, ponpes yang terletak di Kampung Pasir Gintung, Desa Pasir Gintung, Kecamatan Jayanti Kabupaten Tangerang itu mengalami kerugian hingga Rp 1 miliar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat mengatakan, berdasarkan keterangan para saksi, kebakaran hebat itu diketahui terjadi pukul 03.00 wib. Ketika itu para santriwati sedang melakukan ibadah salat tahajud.
“Awal mula kebakaran diketahui oleh santriwati, bernama Lulu. Dia melihat, kantin mengeluarkan api dan asap, lalu melaporkannya ke Ustaz Asep Saefullah,” terang Ujat Sudrajat, Rabu (30/10).
Setelah mendapat laporan adanya kebakaran, Asep Saefullah mencoba mengecek langsung ke TKP. Dia kemudian menyaksikan api sudah membumbung tinggi bahkan mulai merembet ke bangunan asrama putri. Sehingga, Asep langsung meminta bantuan kepada para ustaz setempat dan mencoba memadamkan api dengan menggunakan peralatan seadanya.
“Karena dirasa api, mulai membesar dan sulit dijinakkan. Pihak Ponpes langsung menghubungi kami, untuk meminta bantuan agar memadamkan api itu,” tukasnya.
Pukul 03.25 wib, sebanyak 5 unit mobil pemadam kebakaran yang diterjunkan BPBD Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang tiba di lokasi dan langsung beraksi untuk memadamkan api yang sudah sangat besar menyelimuti bangunan asrama pondok pesantren.
Baca Juga: Ingin Jadi Bagian Sejarah Sepakbola Putri, Persita Siap Tampil di IWL 2026/27
“Ada pun unit yang terjun untuk memadamkan api diantaranya Pos Cisoka, Pos Balaraja, Mako Curug, dan dua lagi dari Kabupaten Serang,” katanya.
Setelah kurang lebih satu jam, akhirnya, petugas gabungan antara BPBD Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kepolisian, dan dibantu masyarakat maka api dapat dipadamkan. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun terdapat satu korban luka.
“Pukul 04.30 wib, akhirnya api dapat dijinakkan. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa, tetapi satu santri mengalami luka ringan,” katanya.
Akibat kebakaran hebat itu, pemilik pondok pesantren diduga mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar karena 14 ruang kamar asrama putri dan 1 kantin hangus terbakar. Kata Ujat, untuk kegiatan belajar mengajar tetap berjalan, namun ruang kamar untuk 100 santriwati yang hangus terbakar, terpaksa dipindah.
“Saat ini ke 100 santri diliburkan, agar dibawa pulang kerumah masing-masing oleh orang tuanya untuk menenangkan diri. Khawatir, trauma atau syok. Tetapi, kegiatan yang lain masih berjalan, ” tandasnya.
Kapolsek Cisoka AKP Eldi menambahkan, dugaan sementara kebakaran itu disebabkan adanya korsleting listrik pada kabel di bangunan kantin. Dan, akibat kebakaran itu salah satu santri mengalami luka.
Baca Juga: Seorang Ayah di Sepatan Diduga Perkosa Putri Kandung
“Dugaan sementara korsleting listrik, di bagian kantin. Dan, untuk korban luka bernama Akna Naupal santriwati asal Pekalongan, Jawa Tengah,” tukasnya. (alfian)
























