SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Puluhan pedagang jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang melakukan aksi protes terhadap proyek rehabilitasi drainase yang dilaksanakan Dinas PUPR Provinsi Banten.
Mereka memasang spanduk bertuliskan permintaan agar proyek perbaikan saluran air yang tak kunjung rampung itu segera diselesaikan.
Pasalnya, lambannya pengerjaan proyek yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten itu berdampak terhadap ekonomi para pedagang. Omzet mereka turun drastis sejak dimulainya pelaksanaan proyek 6 bulan yang lalu.
Spanduk protes itu dipasang tepat di dekat trotoar dengan tulisan “Wahai pejabat yang terhormat, kapankah proyek trotoar ini rapih? sudah berbulan-bulan tak kunjung selesai”. Adapun poin-poin keluhan dalam spanduk tersebut diantaranya mematikan usaha UMKM, merugikan pejalan kaki, kabel listrik berantakan, merusak pemandangan dan lingkungan.
Salah satu pedagang warteg, Yanto mengatakan sejak adanya perbaikan saluran drainase membuat dagangannya itu sepi pembeli. Omzetnya pun mengalami penurunan drastis hingga 70 persen.
“Sepi sejak ada proyek itu, masyarakat jadi malas kesini karena trotoar itu berantakan, ngga selesai-selesai selama 6 bulan lebih,” ungkapnya, Jumat (15/11).
Baca Juga: Ribuan Ikan Mati di Situ Cangkring Tangerang, DLH Turun Tangan dan Larang Warga Konsumsi
“Apalagi kalau hujan, pasti trotoar yang belum jadi itu becek tergenang air,” sambungnya.
Pedagang lainnya Sondang mengaku geram dengan perbaikan drainase tersebut. Pasalnya, Pemerintah diduga pilih kasih terkait proyek pengerjaan drainase di sepanjang jalan MH Thamrin.
“Jadi yang diselesaikan dulu itu pedagang-pedagang besar seperti Alfamart dan Indomaret. Kami yang pedagang kecil belakangan dikerjainnya. Sampai saat ini belum selesai,” ucapnya.
Senada dengannya, tukang tambal ban Salim. Dia mengaku resah melihat proyek tersebut yang tak kunjung selesai. Pasalnya, hal itu berdampak terhadap ekonomi keluarganya. Apalagi, bapak yang memiliki 4 orang anak itu pernah menjual barang berharganya demi menyambung hidup.
“Dulu sehari bisa dapet 100 ribu, tapi sekarang paling cuma 10 ribu sampai 20 ribu. Sementara untuk makan sehari aja buat keluarga aja sangat tidak cukup, dengan penghasilan yang sekarang ini,” katanya.
Ia berharap agar pemerintah Provinsi Banten untuk segera menyelesaikan proyek saluran drainase. Supaya para pedagang bisa kembali mendapatkan omset seperti dulu lagi.
Baca Juga: Wali Kota Tangerang Sachrudin Putuskan PJJ Diperpanjang hingga Jumat
“Kami mohon kepada pemerintah untuk segera merapihkan trotoar ini. Karena selama adanya proyek ini, kami sering kelaparan,” ucapnya.
Ketua RT 03 RW 10, Kelurahan Cikokol, Kota Tangerang, Agus membenarkan bahwa terdapat puluhan pedagang yang melakukan
protes dengan memasang spanduk lantaran proyek rehabilitasi drainase tidak pernah selesai.
“Karena dengan adanya proyek itu, penghasilan mereka berkurang. Sehingga spanduk itu bentuk protes mereka terhadap pemerintah,” ucapnya.
Diketahui berdasarkan plang proyek, Dinas PUPR Provinsi Banten tengah melakukan pengerjaan rehabilitasi drainase ruas jalan. Proyek tersebut menyedot APBD Provinsi Banten senilai Rp9.105.975.000 dengan waktu pelaksanaan 180 hari.
Satelit News sudah berupaya menghubungi Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten, Arlan Marzan untuk mengkonfirmasi ihwal tersebut. Namun hingga saat ini belum merespon. (hafiz)
























