Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Banten Region

Buruh Banten Minta Upah Minimum Sektoral Diterapkan

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 2 Des 2024 09:33 WIB
Rubrik Banten Region, Headline, Pemprov Banten
Buruh Beraksi di Jakarta, Jokowi Pergi

Buruh dari berbagai aliansi melakukan aksi damai dalam rangka Hari Buruh Internasional di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Rabu (1/5/2024). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan para buruh. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, SERANG—Presiden Prabowo Subianto mengumumkan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2025 naik 6,5 persen. Langkah Prabowo diapresiasi serikat buruh di Provinsi Banten meski kenaikan itu masih di bawah angka tuntutan buruh sebesar 10 persen. Selanjutnya, para buruh mendesak agar upah sektoral kembali diterapkan.

Presiden Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI) Provinsi Banten Riden Hatam Aziz mengatakan, pihaknya memahami keputusan Presiden Prabowo Subianto menetapkan UMP di bawah tuntutan buruh. Hal itu tidak terlepas dari kondisi perekonomian nasional yang saat ini baru memasuki fase pemulihan.

“Sebelum penetapan UMP oleh Presiden kemarin, saya kebetulan menjadi bagian yang diikutsertakan bertemu dengan Presiden Prabowo oleh bapak Said Iqbal. Banyak hal yang dibahas di sana berkenaan dengan situasi perekonomian kita. Maka dari itu, pak Presiden mengambil jalan tengah yang menurut kami itu merupakan kenaikan UMP yang lebih besar dari pada sebelumnya,” katanya, Minggu (1/12).

Pasalnya, diakui Riden, selama 10 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kenaikannya selalu kecil. Bahkan dalam tiga tahun terakhir, itu lebih kecil lagi dengan alasan sedang dalam tekanan ekonomi global dan inflasi.

“Ini memunculkan kembali kepercayaan kaum buruh terhadap pemerintah,” pungkasnya.

Selain menerima besaran kenaikan UMP yang telah ditetapkan pemerintah itu, Riden bersama rekan-rekan serikat buruh lainnya juga meminta komitmen pemerintah untuk menerapkan Upah Minimum Sektoral, sedangkan untuk besarannya itu akan dirumuskan oleh dewan pengupahan di masing-masing Kabupaten dan Kota.

BeritaTerbaru

16.732 Perempuan Produktif di Lebak Jadi Janda, Dipicu Masalah Ekononi Hingga Judol

16.732 Perempuan Produktif di Lebak Jadi Janda, Mayoritas Ini Penyebabnya

Selasa, 12 Mei 2026 16:35 WIB
DIPERIKSA KESEHATAN : Sejumlah kerbau untuk kurban diperiksa kesehatan oleh petugas agar tidak ada hewan berpenyakit dijual bebas. (ISTIMEWA)

Kebutuhan Hewan Kurban Di Banten Diprediksi Meningkat

Selasa, 12 Mei 2026 16:34 WIB
RAKOR - Jelang Iduladha, Bupati Serang Ratu Rahmatuzakiyah intensifkan Rakor bersama jajaran Forkopimda. (ISTIMEWA)

Bupati Serang Intensifkan Rakor Bersama Forkopimda

Selasa, 12 Mei 2026 16:30 WIB
Kepala DKPP Kabupaten Serang, Suhardjo. (SIDIK/SATELITNEWS.COM)

DKPP Kabupaten Serang Pastikan Hewan Kurban Aman Dikonsumsi Masyarakat

Selasa, 12 Mei 2026 16:27 WIB

“Nanti dari upah sektoral itu setidaknya bisa mencapai 2-4 persen tambahannya, sehingga tuntutan kami itu tercapai,” harapnya.

Terpisah, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan dirinya sampai saat ini masih mempertimbangkan berbagai hal berkenaan dengan besaran kenaikan UMP 2025. Al mengaku masih mendetailkan basis datanya bersama stakeholder terkait termasuk Kabupaten dan Kota, meskipun secara aturan perundang-undangan mekanismenya sudah ada.

“Kami ingin memastikan hak-hak dari para pekerja sesuai dengan hubungan kerja industrial dan juga untuk penetapan-penetapan yang sudah mulai kita proses, tapi kita masih menunggu regulasi dari kementerian. Karena kita juga sudah mendapatkan SE untuk menunggu keputusan dari kementerian,” jelasnya.

Diakui Al, dirinya terus melakukan komunikasi dengan lembaga usaha yang ada di Provinsi Banten. Bila mungkin ada hal-hal yang bisa saling suport sehingga lembaga usaha yang ada tetap survaiv dan kita bisa segera melakukan langkah-langkah penguatan agar tidak terjadi apa yang disebut dengan pemutusan kerja.

“Itu yang diamanatkan oleh bapak Presiden,” pungkasnya.

Itu, menurut Al, akan terus dipertahankan, karena di dalam lembaga usaha itu ada agenda kerja pembangunan dan serapan tenaga kerja. Kecuali memang ada ketetapan hukum yang tidak memungkinkan bisa menolong lembaga usaha itu untuk bertahan.

Maka dari itu, kata Al, penetapan UMP ini harus benar-benar ketemu dan kesepakatan antara owner dengan faktor produksi yakni tenaga kerja. Terlalu tinggi nanti agenda kerja perusahaannya terganggu dan tidak maksimal. Lalu bagi tenaga kerja juga terus mengikhtiarkan yang lebih baik.

“Ini yang harus ditemukan titik keseimbangannya. Baik bagi semua. Bahwa masih ada yang belum sempurna kita koordinasikan,” pungkasnya.

Kemudian, dalam regulasi yang ada juga dimungkinkan nanti akan diterapkan Upah Minimun Sektoral. Ini akan kita dalami lagi karena aturan teknisnya belum keluar. Nanti upah sektoral itu, sektor-sektor tertentu yang mengalami peningkatan produksi akan berdampak juga pada peningkatan pendapatan para pekerjanya.

“Sedangkan bagi sektor yang normal biasa, itu UMP tetap yang diberlakukan,” katanya. (luthfi)

Tags: Bantenburuhupah
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel
Headline

Temui Benyamin Davnie, PTA Banten Serius Bentuk Pengadilan Agama Tangsel

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Direktur FBN, Lulu Jamaludin, berfoto bersama dengan para mahasiswa UIN SMHB. (ISTIMEWA)
Banten Region

Sejumlah Mahasiswa UIN SMH Banten Teliti Gerakan Sosial Relawan FBN

Senin, 11 Mei 2026 21:44 WIB
Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat
Banten Region

Distribusi MBG di Sajira Lebak Dipantau Ketat

Senin, 11 Mei 2026 19:32 WIB
Laris Manis Diluncurkan, Pengurusan Roya dan Waris di BPN Kabupaten Tangerang Kini Cukup Lima Menit
Headline

Laris Manis Diluncurkan, Pengurusan Roya dan Waris di BPN Kabupaten Tangerang Kini Cukup Lima Menit

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang
Banten Region

Ironi PPPK Paruh Waktu Lebak, Usai Dilantik Penghasilan Justru Berkurang

Senin, 11 Mei 2026 19:21 WIB
Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat
Banten Region

Jelang Iduladha, Peredaran Hewan Kurban di Lebak Diawasi Ketat

Senin, 11 Mei 2026 17:50 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Sejumlah PKL di Kota Tangerang Ditertibkan

Sejumlah PKL di Kota Tangerang Ditertibkan

Rabu, 6 Mei 2026 15:01 WIB
Ketua DPW PAN Provinsi Banten, Irna Narulita. (ISTIMEWA)

Gelar Pelantikan dan Rakerwil, Irna: PAN Solid Menuju 3 Besar di Banten

Jumat, 8 Mei 2026 10:23 WIB
IMG_20260511_140452

Polsek Pakuhaji Sita Ribuan Obat Keras

Senin, 11 Mei 2026 14:07 WIB
Soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah, Ini Kata Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang

DPRD Dorong Optimalisasi Pasar Tradisional untuk Tingkatkan PAD Kota Tangerang

Rabu, 6 Mei 2026 08:43 WIB
MELAKUKAN RAZIA : Petugas gabungan dari Samsat Kota Serang dan Polresta Serang melakukan razia kendaraan. Dalam razia itu, dua randis Pemprov Banten terjaring razia karena digunakan pada saat jam WFH.(ISTIMEWA/SATELITNEWS.COM)

Melanggar WFH, ASN Pemprov Terjaring Razia Kendaraan

Minggu, 10 Mei 2026 18:12 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.