SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang menaikan level penanganan bencana banjir, menjadi tanggap siaga bencana Hidrometeorologi. Keputusan itu, diambil setelah banjir yang melanda beberapa wilayah semakin meluas dan berdampak besar.
Diketahui, saat ini banjir masih terjadi di 18 kecamatan, yakni Kecamatan Pulosari, Labuan, Cibaliung, Sindangresmi, Cisata, Cikeusik, Sukaresmi, Cigeulis, Saketi, Patia, Munjul, Bojong, Pagelaran, Angsana, Sobang, Menes, Picung, dan Kecamatan Panimbang. Akibat kejadian itu, sebanyak 10.328 Kepala Keluarga (KK) atau 37.977 jiwa terkena dampak.
Selain itu, ada juga bencana longsor di Kampung Gunungcangri RT/RW 019/006, Desa Cijakan, Kecamatan Bojong dan tidak ada korban jiwa. Selain itu, terjadi pula musibah rumah roboh akibat angin kencang dan pohon tumbang di 22 lokasi di 10 kecamatan.
Akibat kejadian itu, satu orang dinyatakan meninggal dunia karena tertimpa pohon, sedangkan 20 KK atau 78 orang dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengakui pihaknya sudah menaikan status penanganan banjir menjadi siaga bencana Hidrometeorologi.
“Iya kita sudah naikan statusnya, menjadi siaga bencana Hidrometeorologi. Karena memang, bencana banjir ini masih terus terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang,” kata Riza, Kamis (5/12/2024).
Baca Juga: Krisis Air Bersih Mulai Melanda, KSB Banten Sebut 3 Kabupaten Terdampak Paling Besar
Riza mengatakan, status tersebut akan kembali dinaikan menjadi siaga darurat Hidrometeorologi. Pertimbangannya, karena luasan bencana banjir dibeberapa wilayah Pandeglang masih terjadi dan terus meluas, termasuk korban banjir.
“Sekarang kita masih melakukan pembahasan dengan semua pihak terkait mengenai penanganan banjir. Kita akan atau berencana menaikan statusnya kembali menjadi siaga darurat, tetapi kita masih melakukan pembahasan,” tambahnya.
Riza mengatakan, meski terjadi perubahan status penanganan bencana banjir, namun pihaknya belum menggunakan anggaran Tidak Terduga (TT) pada pos APBD Kabupaten Pandeglang.
Oleh karena, pihaknya masih mengoptimalkan semua perangkat dan anggaran yang ada di instansinya.
“Kalau terkait anggaran, kita masih menggunakan yang ada, jadi kita optimalkan dulu semuanya. Kita gunakan dan maksimalkan potensi dan persediaan yang ada di instansi kita dulu sampai akhir,” ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pandeglang sejak beberapa hari terakhir, harus menjadi evaluasi Pemkab Pandeglang. Oleh karena, selama bertahun-tahun persoalan klasik tersebut tidak ada solusinya.
Baca Juga: Peringati HKB, BPBD-PK Pandeglang Bersatu Dalam Siaga, Tangguh Hadapi Bencana
Kepala Desa Idaman, Kecamatan Patia Ilman mengatakan, wilayahnya menjadi langganan banjir setiap datang musim hujan. Selain karena berada di dataran rendah, luapan sungai Cilemer menjadi persoalan yang belum pernah ditemukan solusinya oleh Pemkab Pandeglang.
Padahal, kata dia, salah satu cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengurangi risiko bencana banjir bagi masyarakat, yaitu dengan membuat tanggul sebagai tempat menahan air agar tidak langsung naik kerumah warga.
“Pembangunan tanggul bisa mengurangi banjir, bukan mengatasi ya, tetapi mengurangi. Pembangunan tanggul sudah ada tapi belum terselesaikan selama bertahun-tahun, kalau ada tanggul, air akan tertahan dan enggak langsung ke permukiman,” tuturnya, Rabu (4/12/2024).
“Saya mohon agar pembangunan tanggul ini segera diselesaikan demi keselamatan warga. Karena kalau terus seperti ini, banjir tentunya tidak akan pernah teratasi dan masyarakat akan selalu menjadi korban,” sambungnya.
Ilman mengatakan, banjir yang melanda wilayahnya sudah terjadi selama dua hari dua malam dan kondisinya belum surut. Akibat hal itu, banyak warga yang mengungsi dan lahan pertanian habis terendam air banjir.
“Di Desa Idaman ada 437 unit rumah yang terendam banjir dan 563 KK terkena dampaknya. Banjir juga menerjang 362 hektare lahan pesawahan dan 142 hektare areal perkebunan,” katanya. (adib)
























