SATELITNEWS.COM, LEBAK—Sebanyak 180 jiwa warga Kampung Lebak Manggah dan Cimentong, Desa Cidikit, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, keselamatan jiwanya terancam usai kampung yang ditempatinya puluhan tahun sebagian sudah terkikis longsor akibat cuaca ekstrem melanda .
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak Febby Rizki Pratama mengatakan, berdasarkan informasi dari relawan BPBD Kecamatan Bayah, Gagan Suganda longsor yang disebabkan curah hujan yang tinggi membuat sekitaran Kampung Lebak Manggah dan Cimentong mengalami longsor.
“Total ada 180 jiwa dari 60 kepala keluarga di dua kampung itu yang kini sebagian permukimannya sudah digerus longsor,” kata Febby. “Soal mengungsi, kita masih lakukan koordinasi. Penyelamatan dan evakuasi betul menjadi hal yang utama bagi masyarakat yang terdampak bencana alam,” jelasnya.
Saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Gagan kepada SatelitNews.Com mengatakan, awal longsor terjadi di Kampung Lebak Manggah, sekitar ada tiga rumah yang tergerus. Tidak hanya rumah, pesawahan, lumbung padi, kebun warga pun terdampak. “Longsoran di Kampung Lebak Manggah ini membendung Sungai Cidikit, air meluap dan membuat bantaran sungai di Kampung Cimentong ini juga terkikis,” kata Gagan.
“Jadi warga Cimentong ini karena khawatir longsor yang semakin parah, mereka sudah memilih mengosongkan rumahnya masing-masing dan menyelamatkan diri ke wilayah Cibeber,” timpal Gagan menjelaskan kondisi Kampung Cimentong.
Sementara warga di Kampung Lebak Manggah, lanjut Gagan mengungsi di rumah saudaranya di kampung setempat walaupun kultur tanah sudah mengkhawatirkan akibat longsor. “Hasil musyawarah dari pemerintah kecamatan, desa, TNI-Polri rencana akan diungsikan di SMP 8 Bayah. Karena kondisi dua kampung itu saat ini sudah sangat mengkhawatirkan jika dipaksana untuk ditempati khawatir menimbulkan korban jiwa,” tandasnya.(mulyana)