Kamis, 23 Juli 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News

Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Didemo Anak Buah, Ini Sebabnya

Oleh Made Nusantara
Senin, 20 Jan 2025 16:46 WIB
Rubrik Nasional
Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro Didemo Anak Buah, Ini Sebabnya

DEMO: Sejumlah pegawai Kemendikti Saintek yang demo Mendiktisaintek. ISTIMEWA

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Meski baru beberapa bulan menjabat, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro didemo pegawainya. Aksi demo dipicu pemecatan salah satu pegawai Kemediktisaintek, Neni Herlina yang dianggap tidak adil dan tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Satryo dinilai sewenang-wenang terhadap bawahan.

Aksi ini diikuti ratusan pegawai dan berlokasi di lobi gedung Kemendikti Saintek Senin (20/1/2025) pagi. Mereka datang berpakaian hitam sambil menggelar spanduk panjang dengan tulisan: Kami ASN Dibayar Oleh Negara, Bekerja Untuk Negara, Bukan Babu Keluarga. Ada pula spanduk lainnya bertuliskan: “Instusi Negara Bukan Perusahaan Pribadi Satryo dan Istri”

Tak hanya itu, sejumlah karangan bunga sebagai ucapan bela sungkawa pun banyak dikirim ke lobi Kemendikti Saintek. Sejumlah yel-yel dan orasi menentang aksi dan sikap Satryo terus digaungkan sepanjang aksi.

Orasi sempat terjeda ketika tiba-tiba mobil berpelat nomor RI 25 diketahui tengah terparkir di parkiran lantai 2 Dikti. Mendikti Saintek diketahui ternyata menggunakan pintu di area parkiran untuk meninggalkan kantor.

Sontak para pegawai yang tengah demo menghampiri mobil tersebut. Mereka mencoba menghadang mobil yang dikendarai Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) itu dan memintanya turun. Sayang, hal itu tak digubris. Dengan dibantu pegawai keamanan, mobil kemudian melaju keluar area kementerian.

Pemecatan terhadap Neni Herlina dianggap tidak adil dan tidak mengikuti prosedur yang berlaku. Dalam aksi tersebut, para pegawai menyuarakan keprihatinan mereka terkait perlakuan yang tidak transparan terhadap pegawai dan pejabat di Kemediktisaintek.

Baca Juga: DJP Tegaskan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Bukan Petugas Pajak

Ketua Paguyuban Ditjen Dikti, Suwitno menjelaskan, pergantian pimpinan di Kemediktisaintek yang terjadi seiring dengan perubahan kementerian baru-baru ini menimbulkan sejumlah masalah terkait kebijakan internal.

Meskipun pergantian jabatan di lingkungan kementerian adalah hal biasa, Suwitno menilai cara-cara yang digunakan untuk melakukan pergantian tersebut tidak elegan dan tidak sesuai prosedur. Selain itu, ada sejumlah kebijakan yang dirasa tidak adil terhadap beberapa pegawai dan pejabat di Kemediktisaintek, termasuk pemecatan Neni.

BeritaTerbaru

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Praperadilan Roy Suryo Ditolak, Status Tersangka Sah

Senin, 20 Jul 2026 18:00 WIB
KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

KPU Tetapkan 214,35 Juta Pemilih, Jabar Terbanyak

Senin, 20 Jul 2026 17:58 WIB
Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Hina Wartawan, Hotman Paris Dikecam

Minggu, 19 Jul 2026 21:20 WIB
Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Ketum Kesthuri Gugat Penggeledahan, KPK Siap Hadapi Asrul Azis

Minggu, 19 Jul 2026 21:17 WIB

“Sebenarnya, Ibu Neni melayani keperluan rumah tangga kementerian, namun terjadi kesalahpahaman yang mengarah pada fitnah terhadap dirinya. Padahal, dia tidak melakukan kesalahan apa pun,” kata Ketua Paguyuban Pegawai Dikti Suwitno dalam keterangannya.

Pemecatan tersebut dilakukan secara terburu-buru, bahkan Neni diminta untuk pergi segera tanpa proses disiplin yang jelas.  “Pada hari itu juga, dia diminta untuk angkat kaki di depan Menteri dan Sekretaris Jenderal, tanpa ada klarifikasi lebih lanjut,” lanjut Suwitno.

Menurut Suwitno, seharusnya setiap masalah disiplin pegawai dapat diselesaikan dengan prosedur yang jelas, seperti yang diatur dalam PP 1994. Namun, dalam kasus pemecatan Neni, prosedur ini sama sekali tidak diikuti.  “Harus ada penyelidikan dan klarifikasi terlebih dahulu sebelum menjatuhkan hukuman disiplin, tetapi itu tidak dilakukan. Bahkan pemecatan dilakukan tanpa adanya pemberitahuan resmi atau surat keputusan,” ujar Suwitno.

Aksi ‘Senin Hitam’ ini dilakukan secara spontan tanpa ada pengaturan resmi. Para pegawai hanya berkomunikasi melalui grup WhatsApp dan sepakat untuk mengenakan pakaian hitam sebagai bentuk solidaritas dan duka atas perlakuan yang tidak adil terhadap rekannya. “Kami tidak menginginkan kejadian seperti ini terulang lagi. Kami hanya ingin agar pegawai dihormati hak-haknya dan agar setiap masalah diselesaikan dengan cara yang sesuai dengan aturan yang ada,” tambah Suwitno.

Baca Juga: Legislator Soroti Wacana TNI Awasi Pajak, Ingatkan Jangan Pakai Pendekatan Koersif

Para pegawai Kemediktisaintek berharap agar aksi ini mendapatkan perhatian dari pihak yang berwenang. Mereka juga menginginkan agar perubahan dalam kebijakan internal kementerian dilakukan dengan lebih bijaksana dan transparan, serta mengedepankan asas keadilan.

Aksi ‘Senin Hitam’ yang diikuti sejumlah pegawai ini bertujuan untuk menyampaikan protes atas kebijakan pemecatan Neni dan meminta kejelasan mengenai prosedur penegakan disiplin di Kemediktisaintek.

Para pegawai berharap agar pejabat terkait, termasuk Presiden yang mengangkat Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini dan memastikan bahwa pejabat yang ada di lingkungan kementerian dapat menjalankan tugas dengan adil dan transparan.

Sekretaris Paguyuban Pegawai Ditjen Dikti, Nining Setiawati menegaskan bahwa dalam setiap organisasi, termasuk institusi pendidikan, harus ada aturan dan etika yang diikuti.  “Kita ini adalah insan pendidikan yang seharusnya menjadi contoh. Jika kita mengkampanyekan untuk menghindari perundungan di dunia pendidikan, maka kita tidak seharusnya memperbolehkan tindakan yang tidak adil seperti ini terjadi di kementerian,” ungkap Nining.

Sementara Neni Herlina menceritakan perasaan tertekan yang ia alami setelah pemecatannya.  “Saya hanya tidak ingin kejadian seperti ini terulang pada pegawai lain. Teman-teman saya bekerja dalam ketakutan, dan saya tidak ingin ada lagi ‘Neni’ yang diperlakukan semena-mena seperti saya,” ujar Neni.

Ia mengungkapkan bahwa pemecatannya terjadi setelah adanya kesalahpahaman terkait meja di ruang kerjanya yang menjadi sumber masalah.  “Saya hanya diminta untuk mengganti meja, tetapi setelah itu saya dipanggil dan diancam akan dipecat. Besoknya saya langsung diminta keluar dari kantor, membawa semua barang saya, tanpa adanya surat pemecatan resmi,” cerita Neni.

Neni, yang kini merasa tertekan dan ketakutan setelah pemecatannya, berharap agar institusi pendidikan dapat lebih mengutamakan etika dan budi pekerti dalam menjalankan tugas.  “Kami adalah bagian dari institusi pendidikan yang harus menjadi contoh. Oleh karena itu, tindakan yang diambil harus berdasarkan pertimbangan yang bijaksana dan tidak merugikan individu secara tidak adil,” tutup Neni.

Neni menjelaskan, permasalahan dia dan Mendikti Saintek bermula dari meja yang harus diletakkan di ruang kerja sang menteri. yang mana ternyata, dianggap tidak sesuai oleh istri sang menteri. “Waktu itu permintaan mengganti meja itu dari istrinya sih. Karena waktu itu ke kantor, habis pelantikan beres-beres, kata sekretari yang sekarang sudah dipecat, itu bilang kayak gitu (sesuai yang dilakukannya, red),” jelasnya. Ia yang hanya mengikuti arahan pun tahu-tahu dipanggil esokan harinya. Dia dimarahi habis-habisan yang kemudian berujung pemecatan. “Keluar kamu sekarang juga, bawa semua barang-barang kamu. Sana ke Dikdasmen,” ujar Neni menirukan ucapan Satryo kala itu.

Kini Neni mengaku bingung. Ia tak tahu harus bersikap seperti apa di kantor, apakah harus bekerja ke kantor atau tidak pasca pemecatan secara lisan tersebut. Melalui aksi ini, dia hanya ingin menuntut keadilan. Ia pun tak ingin situasi yang sama nantinya dirasakan oleh rekan-rekannya yang lain. “Saya tidak ingin ada Neni-Neni yang lain, yang dengan semena-mena disuruh pergi begitu saja,” ungkapnya. Sementara hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi dari Mendikti Saintek. (rm)

Tags: Mendikti Saintek DidemoPegawai Dipecat Menteri Diktisaintek DidemoSatryo Soemantri Brodjonegoro
ShareTweetKirimShareShareKirim

BeritaTerkait

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun
Nasional

Program MBG Buat BGN Punya Utang Rp 1,7 Triliun

Minggu, 19 Jul 2026 15:37 WIB
Nasional

Kontak Tembak di Yahukimo, Tiga Anggota KKB Tewas

Sabtu, 18 Jul 2026 17:49 WIB
Bisnis

Ancol Gratiskan Tiket Rekreasi Anak pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 15:26 WIB
Nasional

Polri Serahkan Tersangka Korupsi Don Ritto ke Kejagung

Jumat, 17 Jul 2026 19:19 WIB
Nasional

Gus Lilur Usulkan Mahfud MD Jadi Menko Polkam, Busyro Muqoddas Wamenko

Jumat, 17 Jul 2026 18:38 WIB
Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan
Nasional

Investasi Tembus Rp1.010 Triliun, Hilirisasi Masih Jadi Andalan

Kamis, 16 Jul 2026 18:00 WIB
Selamat Hari Bhakti Adhyaksa ke 66 Dinkes Tangsel
Rustandi Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang

Berita Pilihan

Sumur Mengering, Warga Lebak Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

Sumur Mengering, Warga Lebak Rela Susuri Hutan Demi Setetes Air

Senin, 20 Jul 2026 19:23 WIB

Tahapan Pendaftaran Entry By Number/Class Dilanggar, KONI Kabupaten Tangerang Pertanyakan Keseriusan Porprov

Jumat, 17 Jul 2026 17:49 WIB
MENUNJUKKAN BARANG BUKTI : Kabid Humas Polda Banten Kombespol Maruli Ahiles Hutapea (kiri), menunjukkan barang bukti BBL. (ISTIMEWA)

Upaya Penyelundupan 50 Ribu Benih Bening Lobster Senilai Rp7,5 Miliar Digagalkan

Rabu, 22 Jul 2026 19:27 WIB
Kepala DKBPPPA Kabupaten Serang, Haerofiatna, menerima kunjungan dari Yayasan Pulih. (ISTIMEWA)

Latih Fasilitator Pencegahan Kekerasan, DKBPPPA Kabupaten Serang Dibantu PBB

Kamis, 16 Jul 2026 17:00 WIB
Perebutan Gelar Juara MotoGP Ditentukan Rider

Perebutan Gelar Juara MotoGP Ditentukan Pebalap

Senin, 20 Jul 2026 18:14 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.