SATELITNEWS.COM, LEBAK–Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, diduga menjadi korban pemerkosaan oleh Indra (28) yang merupakan tetangganya sendiri.
Keluarga korban yang tak terima atas kejadian tersebut telah melaporkan ke Polres Lebak. Sedangkan terduga pelaku sendiri kini diduga telah melarikan diri.
Korban diketahui masih duduk di bangku sekolah di salah satu MTS di Kecamatan Banjarsari. Antara terduga pelaku dan orang tua korban sebenarnya sudah kenal satu sama lain lantaran memang bertetangga tadi.
Terduga pelaku yang sudah beristri berdasarkan keterangan keluarga korban sudah melarikan diri sejak dilaporkan ke polisi pada 28 Januari 2025 lalu.
“Kita sudah laporkan pelaku, namun pelaku saat ini sudah kabur. Kita juga tidak menyangka pelaku berani berbuat seperti itu karena memang sudah sangat dekat dengan kami. Saat ini kami sedang memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan,” kata seorang kerabat korban, Am Jumat (7/2/2025).
Berdasarkan keterangan korban, Am menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada bulan November 2024, pukul 21.30 WIB.
Baca Juga: Polres Lebak Siagakan Satgas Karhutla
Kronologisnya bermula ketika saat itu pada pukul 20.00 WIB, terduga pelaku mengunjungi warung milik ibu korban dan meminta izin untuk membawa korban dengan alasan adanya kumpulan untuk pemberian bantuan.
Setelah disetujui, korban akhirnya dibawa oleh terduga pelaku. Namun bukannya ke tujuan yang dijanjikan, Indra malah malah membawa korban ke tengah hutan di wilayah setempat.
Saat di tengah hutan itulah, Indra kemudian memaksa korban untuk melakukan persetubuhan. Agar korban terperdaya, Indra kemudian berpura-pura menelpon seorang kiyai dan mengatakan bahwa jika korban tidak memenuhi permintaan Indra keduanya tidak bisa kembali pulang lantaran dihalangi oleh makhluk halus (hantu).
Karena takut, korban yang masih polos akhirnya hanya menurut. “Korban ya namanya anak-anak pasti ketakutan. Korban kemudian mengikuti permintaan dari pelaku Indra dan akhirnya membuka semua pakainnya,” kata Am menirukan cerita korban.
Korban sendiri, terang Am, baru berani melaporkan perbuatan pelaku ke orang tuanya pada 27 Januari 2025 karena korban sebelumnya mengaku ketakutan. Setelah mendengar keterangan dari anaknya, ibu korban kemudian membuat laporan ke pihak kepolisian.
“Warga juga pada marah saat baru mengetahui kejadian itu. Bahkan, warga mengancam membakar rumah pelaku. Apalagi mengingat pelaku sudah punya istri dan anak. Kini pelaku sudah kabur,” terangnya.
Baca Juga: Bahagianya Siti Usai Motor Scoopy Kembali Setelah Sebelumnya Dicuri
Untuk itu, berharap Kepolisian bisa segera menindaklanjuti laporan yang sudah dilayangkan oleh pihaknya. Ia juga meminta agar pelaku bisa segera ditangkap dan diadili untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Am mengaku prihatin dengan kondisi korban mengingat korban saat ini masih berstatus pelajar.
“Kita sudah sempat minta baik-baik ke keluarga pelaku agar pelaku menyerahkan sendiri ke polisi. Tapi keluarga pelaku terkesan menutup-nutupi. Akhirnya kita laporan sendiri, apalagi warga kemarin sempat marah,” tandasnya.
Kanit PPA Polres Lebak, Ipda A.H Limbong membenarkan adanya laporan terkait dugaan pemerkosaan di Kecamatan Banjarsari.
“Laporan sudah kami terima tanggal 28 Januari kemarin, rencana hari ini mau kami undang lagi korbannya,” kata singkatnya.(mulyana)
























