SATELITNEWS.COM, TANGERANG–Kondisi rusak berlubang dan bergelombang terjadi di Jalan KS Tubun, Karawaci, Kota Tangerang. Akibatnya, arus lalu lintas pun mengalami kemacetan panjang hingga sekira 1 km.
Pantauan di lokasi Minggu (9/2/2025) sekira pukul 12.30 WIB, kerusakan jalan tersebut terjadi persis di persimpangan jalan KS Tubun, atau dekat SDN Pasar Baru 1, Karawaci. Jalan itu nampak bergelombang dan berlubang penuh genangan.
Kondisi itu membuat para pengendara baik pengguna motor maupun mobil yang melintas terpaksa menghindari jalan hingga menyebabkan sejumlah pengendara melalui trotoar.
Ditambah, masih adanya pengerjaan galian pipa air di sekitar lokasi pun membuat kemacaten panjang menjadi tak terelakkan.
Adapun 2 jalur yang mengalami kemacetan, yakni arah Jalan M.Toha Periuk dan Jalan Jembatan Baru, Neglasari menuju Kecamatan Sukarasa.
Mirisnya, jalan rusak itu cukup berdekatan dengan Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tangerang yang memiliki wewenang untuk memperbaiki kerusakan jalan.
Baca Juga: Awal Agustus, Pemkot Tangerang Mulai Perbaiki Empat Ruas Jalan Rusak
Salah satu pengendara roda empat, Wahyuni mengeluh dengan adanya jalan rusak berlubang yang mengakibatkan kemacetan panjang di Jalan KS Tubun. Pasalnya, kemacetan itu menghambat perjalanannya menuju ke lokasi yang dituju.
“Padahal ini weekend loh, apalagi kalau misalkan jam-jam kerja, pasti bakal macet parah,” ucapnya.
Selain itu, kemacetan tersebut juga membuat dirinya stres karena terlalu lama saat di perjalanan. Ditambah, jalanan berlubang itu bisa menyebabkan kendaraannya rusak.
“Saya sih berharap agar jalanan rusak itu segera diperbaiki. Supaya ngga jadi terjadi kemacetan panjang seperti ini,” harapnya.
Pengendara lainnya, Tomo mengaku khawatir jika jalanan rusak tersebut tak segera diperbaiki. Pasalnya, jalan rusak itu dapat menimbulkan kecelakaan dan merugikan para pengguna jalan.
“Kalau misalkan di sini banjir, terus ngga yang tahu ada lubang disitu, takutnya bisa terjadi kecelakaan. Karena itu lubangnya kan besar dan cukup dalam,” ujarnya.
Baca Juga: Imbas Kenaikan Harga Material, Target Program Bang Andra Menyusut 20 Persen
SatelitNews.Com, sudah berupaya menghubungi Kepala DPUPR Kota Tangerang Taufik Syahzaeni. Namun hingga berita ini ditayangkan, yang bersangkutan belum memberikan konfirmasi. (hafiz)
























