SATELITNEWS.COM, SERANG – Pelaksana (Plt) Direksi PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau ABM, Ronal Arinando dan Plt Komisaris-nya Handian Purwawangsa, diberhentikan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025, akhir pekan kemarin.
RUPS dipimpin oleh Pj Sekda Nana Supiana, selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) dan dihadiri mewakili jajaran Direksi, Plt Ronal Arinando, Sekretaris Perusahaan Irfan Nur Ma’ruf, Kepala SPI Sartono, Kepala Divisi Keuangan Wendi Adhireja, Kepala Divisi Kerjasama Yoga Utama dan Kepala Divisi RTI Endang Saputra.
Sedangkan dari sisi pemegang saham, hadir Plt Komisaris Handian Purwawangsa, Biro Ekonomi dan Pembangunan Lina Wulandari dan Kartika.
Meski telah diberhentikan, Ronal Arinando menyatakan, optimisnya PT ABM akan mencapai target RKAP 2025 mengejar ketertinggalan di tahun sebelumnya dan kembali memperoleh laba, serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah berupa deviden seperti pada tahun 2022 yang lalu.
Apalagi selama dirinya menjabat, memfokuskan PT ABM pada perbaikan kinerja keuangan dan peningkatan kapabilitas sumber daya manusianya. PT ABM terus bekerjasama dengan Kantor Akuntan Publik, BPKP daan Inspektorat dalam mengevaluasi sistem kerja yang terkait dengan keuangan.
“Kami juga bekerjasama dengan Lawyer dan aparat penegak hukum dalam menyelesaikan pengembalian piutang dari para mitra yang sudah overdue dan juga yang wanprestasi. PT ABM bukan lembaga pembiayaan tapi perseroda dimana pemilik modalnya adalah Pemerintah Provinsi Banten, jadi yang masih memiliki piutang segera kembalikan sebelum berurusan dengan hukum,” terang Ronal.
Baca Juga: Kasus ISPA Capai 4.500, Pemprov Banten Perpanjang PJJ
Dikatakan Ronal, dirinya sedang membangun integritas sebagai budaya profesionalitas dalam bekerja di PT ABM, tidak hanya eksternal, di dalam perusahaan juga terus berbenah dengan melakukan sosialisasi, training dan pelatihan kepada seluruh karyawan terhadap prinsip-prinsip yang diterapkan pada tata kelola perusahaan yang baik dan bersih.
Menurut Ronal, saat ini sudah ada 16 dokumen pedoman Good Corporate Governance (GCG) yang diterbitkan oleh Kepala SPI PT ABM sebagai panduan karyawan menjalankan pekerjaannya sehari-hari. Selain itu, belum lama ini juga dilakukan berlangsung proses assessment karyawan oleh asesor independen untuk mendapatkan the right man on the right place di PT ABM.
Ronal berharap, siapapun yang terpilih menjadi Plt Direktur berikutnya dapat membawa PT ABM mencapai target yang telah direncanakan, dan terus berkontribusi bagi kebermanfaatan masyarakat.
“Saya percaya, kerja keras yang dilakukan oleh PT ABM selama saya menjabat jadi Plt Direktur dapat menjadi modal utama dalam mencapai target yang telah direncanakan dan terus berkontribusi terhadap pengendalian dan stabilisasi inflasi,” tutupnya.
Informasi yang diperoleh, Plt Direktur diisi dari internal PT ABM yang saat ini menjabat sebagai Kepala Divisi Kerjasama, sedangkan untuk Plt Komisaris akan diisi oleh Asda II Pemerintah Provinsi Banten.
“Plt Direktur dan Plt Komisaris mempunyai tugas mempersiapkan Panitia Seleksi Direktur Utama, Direktur Operasional dan Komisaris definitif,” kata Pj Sekda Provinsi Banten Nana Supiana.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Didalam RKAP disebutkan beberapa inisiatif strategis PT ABM pada tahun 2025 meliputi pengembangan bisnis perdagangan komoditas pangan utama, pengendalian inflasi daerah, meningkatkan sinergi dengan pemerintah, peningkatan neraca pangan dan pengembalian piutang dari para mitra yang wanprestasi.
RKAP 2025 PT ABM kali ini mengangkat tema kolaboratif bertumbuh untuk Banten maju, dengan enam sasaran strategi usaha yaitu memperoleh pendapatan sebesar Rp388,6 miliar, laba bersih Rp1,43 Miliar, BoPo 99 persen, pertumbuhan total aset sebesar 101 persen, tingkat kesehatan “A” dan maturitas manajemen risiko di level 3. (luthfi)
























