SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Pemerintah Kota Tangerang diketahui melakukan efisiensi anggaran hingga Rp 100 miliar sesuai dengan Inpres No1/2025. Namun meski dilakukan penghematan, salah satu program Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tangerang yaitu on job training justru mendapat penambahan anggaran.
Hal itu disampaikan oleh Pj Wali kota Tangerang Nurdin usai meninjau program on job training di PT Yasunli Abadi Utama Plastik di Jalan Pembangunan 1 No.60A, Kelurahan Batujaya, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, Rabu (19/2/2025).
Nurdin menyampaikan, jika mengacu pada DIPA murni, maka alokasi peserta on job training hanya diperuntukkan bagi 10 angkatan, namun kini justru ditambah menjadi 30 angkatan. Di mana dalam satu angkatan ada sebanyak 16 peserta.
“Kenapa justru ditambah? karena efisiensi yang diminta oleh Presiden adalah memangkas pengeluaran- pengeluaran yang masih bisa ditunda, sehingga pengeluaran yang tidak terlalu penting dialihkan untuk hal yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat,” ucapnya.
“Salah satu program yang menyentuh masyarakat adalah mengatasi pengangguran. Dan cara mengatasi pengangguran termasuk kemiskinan ekstrem di antaranya adalah dengan memberi anak-anak mereka kesempatan bekerja. Untuk bisa bekerja harus ada bridging (yang menjembatani), yakni lewat program on the job training ini,” jelasnya.
Untuk menjalankan program on job training ini, Pemkot Tangerang menggelontorkan anggaran senilai Rp 1 miliar. “Mudah-mudahan kalau ini berhasil, kita bisa dorong nanti Pak Wali kota yang baru untukmenambahkan lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Perluas Peluang Kerja ke Jepang, 271 Tenaga Kerja Telah Diberangkatkan
Dalam kesempatan itu Nurdin mengapresiasi pihak perusahaan karena bersedia bekerja sama menyukseskan program Pemkot Tangerang dalam upaya mengentaskan pengangguran. Ia mengatakan, jika program tersebut hanya dilaksanakan oleh Pemkot Tangerang, maka bakal menjadi sesuatu yang sulit dilaksanakan.
Untuk itu, Pemkot Tangerang harus mendukung sektor swasta, investasi dan produksi agar penciptaan lapangan kerja di wilayah kota menjadi banyak. “Makanya kami mendorong produktivitas serta mendorong bisnis di Kota Tangerang guna dijadikan prioritas Pemkot Tangerang untuk mengatasi persoalan kemiskinan dan pengangguran. Oleh karena itu kami terus membangun komunikasi dengan sektor swasta,” ujarnya.
Nurdin lebih jauh menyampaikan, program on job training di Kota Tangerang disambut baik oleh perusahaan. Sebab hal ini untuk mendorong agar tenaga kerja di Kota Tangerang bisa bekerja di perusahaan mereka. “Sekali lagi perlu ada bridging (yang menjebatani) antara kondisi eksisting tenaga kerja kita dengan persyaratan pasar kerja, nah di sinilah pemerintah daerah hadir untuk memfasilitasi agar ada kesesuaian antara persyaratan kerja yang dimiliki dengan kondisi eksisting yang dimiliki tenaga kerja kita tadi,” ujarnya. Dalam program on job training para tenaga kerja nantinya akan dilatih secara langsung melalui perusahaan selama 1 bulan.
Komisaris PT Yasunli Abadi Utama Plastik Jouw Firmawan menyampaikan, perusahaannya mau menjadi bagian dari program on job training lantaran sebagai masyarakat Indonesia dirinya ingin ikut berkontribusi memajukan rakyat Indonesia dengan cara mengurangi pengangguran.
“Program on job training dari pemerintah lebih bagus dari pada memberi BLT (Bantuan Langsung Tunai), sebab ujung akan habis. Nah kalau dengan on job training mereka punya skill atau keterampilan,” jelasnya. Dalam melaksanakan program ini, PT Yasunli sendiri ternyata sudah mampu melaksanakan secara mandiri.
“Kita punya in house training sehingga tidak perlu menyewa trainer, karena kita sudah punya trainer sendiri, sehingga baik ketika kita punya karyawan baru atau ada yang mau on job training kita sudah siap,” ungkapnya.
Baca Juga: Disnaker Kota Tangerang Gelar Lomba Orasi Buruh dan Cerdas Cermat
Disingggung akan adanya harapan dari Pemkot Tangerang supaya peserta on job training bisa diserap perusahaan Jouw mengungkapkan kesiapannya. Bahkan pihakny dengan senang hati menerima lantaran tidak perlu buang-buang waktu untuk mencari tenaga kerja baru.
“Karena kita sekaligus kita sudah tahu apakah calon karyawan kita itu mempunyai kemampuan atau tidak. Jadi sama-sama diuntungkan, pemerintah bisa mengurangi jumlah pengangguran, sementara kita juga nggak perlu berlama-lama mencari karyawan,” pungkasnya.
Sementara Kepala Disnaker Kota Tangerang Ujang Hendra Gunawan menyampaikan, dalam program ini sebenarnya lebih diutamakan pada keluarga miskin, terutama miskin ekstrem. Untuk itu, pihaknya menggandeng Dinas Sosial (Dinsos) khususnya berkaitan dengan data peserta. Namun begitu, proses seleksi tetap dilaksanakan dengan tujuan jangan sampai program ini menjadi bumerang bagi Disnaker sendiri lantaran calon peserta justru tidak mempunyai keinginan untuk mengikuti kegiatan.
“Ini untuk mereka yang ingin benar-benar bekerja dan memiliki kompetensi yang pas, karena mereka juga nantinya dilatih selama 180 JP (jam pelajaran) untuk mengikuti kompetensi terkait apa yang akan dilakukan mereka di sebuah perusahaan,” jelasnya.
“Kebetulan di Yasunli itu adalah kebanyak soft skill,mindset dan attitude. Jadi mereka tidak hanya dilatih masalah teknis tapi juga soft skill, dan kalau mereka memenuhi persyaratan mereka langsung dipekerjakan di sini,” ungkapnya. (made)
Baca Juga: Pemkot Tangerang Pastikan Pelayanan Tetap Optimal di Hari Pertama WFH, Sektor Swasta Belum Terapkan
