SATELITNEWS.COM, TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang memastikan pelayanan publik tetap berjalan normal pada hari pertama penerapan kebijakan work from home (WFH).
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Tangerang, Herman Suwarman, usai menghadiri kegiatan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan bersama sejumlah pemangku kepentingan, Jumar (10/4/2026) pagi di Taman Bambu, Kecamatan Tangerang.
Herman menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ajang kolaborasi antara berbagai pihak, mulai dari Forum HRD, Balai Latihan Kerja, Apindo, hingga BPJS. Selain mempererat kerja sama, kegiatan itu juga dirangkai dengan halal bihalal dalam suasana Idulfitri.
“Ini bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kerja sama yang baik. Harapannya seluruh perusahaan bisa berkomitmen membantu pembangunan di Kota Tangerang,” ujarnya.
Terkait kebijakan WFH, Herman menegaskan bahwa unit pelayanan publik tetap beroperasi penuh dengan skema work from office (WFO). Instansi seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), kecamatan, hingga kelurahan tetap mewajibkan pegawai hadir di kantor.
“Semua unit pelayanan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tidak ada WFH. Baik di tingkat kelurahan, kecamatan, maupun dinas, seluruhnya tetap masuk,” katanya.
Baca Juga: 3.450 Pekerja Rentan di Lebak Dapat Jaminan
Ia juga memastikan pengawasan terhadap pegawai dilakukan secara ketat melalui sistem absensi elektronik dan pelacakan lokasi berbasis GPS. Berdasarkan pantauan, pelayanan publik pada hari pertama berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Sementara, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Tangerang, Ismail, menyampaikan bahwa sektor swasta, khususnya industri, masih kesulitan menerapkan WFH. Hal ini disebabkan karakter pekerjaan yang bergantung pada operasional mesin dan proses produksi langsung.
“Kalau dari swasta memang agak sulit diterapkan, karena pekerja kami langsung bekerja dengan mesin. Jadi untuk saat ini masih berjalan seperti biasa, tidak ada WFH,” jelasnya.
Menurut Ismail, penerapan WFH di sektor industri berpotensi mengganggu produktivitas. Ia mencontohkan, dalam satu lini produksi yang membutuhkan jumlah pekerja tertentu, absennya satu atau dua orang saja dapat memengaruhi hasil produksi secara keseluruhan.
“Kalau satu line butuh 10 orang untuk capai target, lalu ada yang WFH, itu bisa menghambat proses dan target tidak tercapai,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui pembahasan terkait WFH telah dilakukan di internal Apindo. Namun, hingga saat ini implementasinya masih dinilai belum memungkinkan bagi sebagian besar industri di Kota Tangerang. (made)
Baca Juga: Festival Cisadane, 2.552 Lowongan Kerja Tersedia di Stand Disnaker Kota Tangerang
























