SATELITNEWS.COM, TANGSEL—Aksi pencurian yang dilakukan seorang perempuan berinisial SW (45) sejak tahun 2024 akhirnya terhenti. Ibu satu anak itu diringkus oleh Tim Reskrim Polsek Pamulang saat sedang beraksi di Jalan Siliwangi, Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang Kota Tangerang Selatan.
Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Fathurroji mengatakan penangkapan dilakukan pada 17 Februari 2025 sekitar pukul 04.30 WIB. Saat itu, petugas yang sedang berpatroli mencurigai seorang perempuan dengan ciri-ciri mirip pelaku pencurian. Sebelumnya, SW sudah terekam kamera pengawas saat sedang mencuri dan videonya viral di media sosial.
“Saat itu anggota mencurigai perempuan yang diduga mirip dengan yang kita maksud. Kita melakukan pengeledahan, lalu dia mengaku mau ke pasar. Saat mendekat kecurigaan kita makin terhadap ibu itu, karena kemiripan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (19/2).
“Kami lakukan penggeledahan dan menemukan alat congkel seperti letter T dan kunci L yang sudah dimodifikasi. Saat itu juga yang bersangkutan tidak mengelak dan mengakui semua perbuatannya,” lanjutnya.
Dalam proses pemeriksaan, perempuan ini mengaku sudah beraksi selama tiga bulan terakhir dengan jumlah kasus mencapai 15 kali. Namun, ia mengaku kesulitan mengingat lokasi persisnya karena selalu berpindah-pindah tempat.
Dalam menjalankan aksinya, modus SW cukup licik. Ia beraksi pada pagi hari usai waktu subuh dengan menyamar sebagai ibu-ibu yang hendak ke pasar. Hal ini membuatnya sulit dicurigai oleh warga sekitar.
Baca Juga: Asal-usul 996 Senjata Terungkap, Polisi Temukan Lagi 117 Peluru di Sekolah
“Dia dibantu seorang pria yang mengantar ke lokasi-lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya. Jadi saat ditanya lokasi spesifik, dia kurang ingat karena hanya mengikuti arahan pria tersebut,” jelas Fathurroji.
Namun, satu rekan pelaku pun berhasil kabur dalam insiden penangkapan tersebut. Kata Fathurroji, pria itu memiliki peran penting dalam setiap menjalankan aksinya sebagai otak dibalik semua pencurian. Kepada polisi, SW mengaku hasil kejahatannya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya pengobatan suaminya yang sedang sakit menahun.
“Dia tinggal di rumah kontrakan di Serpong bersama suami dan anaknya. Di rumah juga dia buka warung kecil untuk kehidupan sehari-hari. Suaminya sakit yang menahun, yang udah sakitnya sudah keadaannya tidak bisa bergerak beraktifitas, mencari rezeki. Kemungkinan kalau pengakuan dia memang untuk kebutuhan sehari-hari, untuk pengobatan suami, dan untuk makan sehari-hari,” pungkasnya.
Sebagai informasi, sejumlah media sosial memperlihatkan aksi pencarian pelaku yang terekam dalam kamera pengintai CCTV pada beberapa waktu lalu. Di situ, pelaku terlihat hanya beraksi seorang diri dan kerap mulus dalam menjalankan aksinya. (eko)

















