SATELITNEWS.COM, PONDOK AREN—Kesibukan terlihat di bengkel pengrajin Beduk Drum Tangsel di Kampung Pondok Jati Utara Jalan Japos Raya RT 003 RW 03, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Jelang datangnya bulan suci Ramadan, pesanan beduk sudah meningkat.
Abdul Manaf (47), sang pengrajin, mengatakan orderan beduk sudah diterimanya belakangan ini. Pria yang sudah menggeluti usahanya sejak tahun 2017 ini mengaku pembeli mencari beduk untuk membangunkan warga pada saat sahur.
“Alhamdulillah dari seminggu sebelum puasa sudah banyak masuk pesanan, biasanya mereka untuk bangunin sahur,” ujar Abdul saat ditemui, Selasa (25/2).
Abdul menuturkan, bengkelnya mempersiapkan berbagai produk beduk. Mulai dari ukuran kecil hingga besar.
Pembuatan beduk dilakukan setiap hari. Abdul Manaf melakukannya sendiri. Selain membuat barang baru, dia juga menerima pekerjaan memperbaiki beduk.
Kata Abdul, proses pembuatan beduk juga bergantung pada kondisi cuaca. Hal itu karena salah satu bagian penting dari beduk yakni kulit kambing harus dijemur di bawah terik matahari. Penjemuran kulit akan menentukan kualitas suara dan ketahanan beduk.
Apabila sudah mepet dengan bulan puasa seperti sekarang ini, Abdul lebih memilih membeli kulit yang sudah siap pasang ke badan beduk berupa tong berbahan besi. Menurutnya, hal itu lebih efisien dibandingkan harus membeli kulit mentah.
Baca Juga: Produksi Dodol Betawi di Serpong Meningkat Tajam Jelang Idul Fitri
“Kalau sudah mendekati puasa beli kulit kambing kering di Tanah Abang. Karena sudah tidak ada waktunya untuk ngeringin. Kulit basah bisa 3 sampai 4 hari nunggu kering. Kalau cuaca buruk bisa satu Minggu,” ucapnya.
Pada tahun ini, kata Abdul, dirinya sudah menyiapkan setidaknya 80 beduk yang didominasi ukuran besar. Pemesanan, akan terus mengalami peningkatan beberapa minggu ke depan. Jumlah stok itu lebih banyak dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
“Tahun ini saya bikin tiga ukuran besar sedang, kecil. Tahun lalu sampai 70 unit sampai lebaran. Stok tahun ini sekitar 80 buah. Besar 60×90, sedang 38×63 yang paling kecil 34×50,” katanya.
Abdul menyebutkan, pelanggannya tidak hanya dari kota Tangsel melainkan dari luar kota mulai dari Jabodetabek hingga Riau. Rata-rata dari mereka mengetahui informasi penjualan melalui media online dengan nama Beduk Drum Tangsel.
“Pemesanan rata-rata online, sampai Samarinda, Riau, Jabodetabek, Jateng, kalau untuk kebutuhan satu dia belinya. Samarinda waktu itu untuk pemkot untuk rampak beduk 10 buah untuk kegiatan acara. Itu Samarinda tahun 2020-an,” ungkapnya. (eko)
























