SATELITNEWS.COM, SERANG – Sebanyak 1.440 tiket mudik gratis, yang disediakan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, ludes dalam kurun waktu tidak sampai tiga jam dari masa pembukaan pukul 00.00 WIB, Minggu (2/3). Meski demikian, tiket yang masih tersedia di Dishub saat ini, untuk rute balik.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten, Tri Nurtopo mengatakan, pada tahun ini selain rute mudik, Pemprov Banten juga menyediakan rute balik bagi masyarakat Banten yang ada di luar.
“Kami menyediakan rute balik dari luar Banten menuju ke Banten, yaitu dari Bandung dan Yogyakarta. Masing-masing masih kosong, dengan total kuota 90 orang per kota,” kata Tri, Selasa (5/3/2025).
Meski tiket untuk rute mudik sudah habis, namun dalam proses verifikasi masih ada peserta yang tidak lolos, sehingga masih ada peluang mendapatkan tiket juga masih terbuka.
“Tahun ini kita menyediakan untuk rute Jawa Tengah dan Jawa Timur,” pungkasnya.
Tri mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan dokumen bagi calon pemudik. Apabila pada saat verifikasi ditemukan calon pemudik yang tidak memenuhi syarat, maka tiket mereka akan dialihkan kepada pendaftar lain.
Selain itu, Tri juga menambahkan, jika pemeriksaan faktual juga akan dilakukan menjelang keberangkatan guna memastikan semua peserta benar-benar siap untuk pulang kampung.
“Saat ini kita sudah tutup dulu pendaftarannya, karena kita lakukan verifikasi, paling lambat besok, proses verifikasi akan selesai. Kalau masih ada yang tidak memenuhi syarat, kita akan buka lagi pendaftaran untuk mengisi kuota yang kosong,” terangnya.
Tri menuturkan, program mudik gratis ini dijadwalkan berangkat pada 26 Maret 2025, dengan pelepasan resmi oleh Gubernur Banten di depan Masjid Al Bantani, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang.
“Nanti pak Gubernur yang melepas, di Masjid Al Bantani” ujarnya.
Sementara, sebelumnya, seorang anggota Komisi IV DPRD Banten, Juheni M Rois mengatakan, pihaknya meminta agar Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten selaku pelaksana program harus bisa memastikan bahwa program tersebut tepat sasaran.
“Dalam pelaksanaannya kita mengimbau jangan sampai miss (meleset,-red). Jangan sampai tidak tepat sasaran. Artinya ada langkah-langkah yang dilakukan untuk jangan sampai ada celah dipermainkan oknum calo, misal dengan verifikasi yang lebih jelas dan faktual,” jelasnya.
“Lebih jelasnya Dishub sebagai pelaksana dan yang tahu mekanismenya, tentu harus bisa mengantisipasi hal-hal tersebut,” tambahnya.
Lebih lanjut, Juheni mengatakan jika pihaknya sangat mendukung program mudik gratis yang sudah rutin dilaksanakan Pemprov dalam beberapa kurun tahun waktu belakangan ini.
“Iya kita sangat mendukung ya program tersebut. Apalagi itu adalah program yang bersentuhan dengan masyarakat dan membantu masyarakat yang ingin pulang ke kampung halaman. Tentu kita sangat dukung,” imbuhnya. (luthfi)