SATELITNEWS.COM, LEBAK—Keindahan hamparan sungai, perbukitan dan udara segar Bendungan Karian di Kabupaten Lebak menjadi daya tarik warga untuk melakukan aktivitas menunggu berbuka puasa atau ngabuburit. Bahkan tak sedikit warga yang datang dari berbagai daerah itu memilih menyantap makanan yang dibawanya di lokasi bendungan terbesar ketiga di Indonesia tersebut.
Berdasarkan informasi yang himpun, sejak awal Ramadan, kawasan Bendungan Karian mulai dipadati masyarakat yang datang berbagai daerah untuk bersantai, berburu takjil, hingga sekadar menikmati pemandangan matahari terbenam.
Keberadaan waduk yang merupakan salah satu proyek strategis nasional ini kini tidak hanya berfungsi sebagai sumber air dan pengendali banjir, tetapi juga berkembang menjadi destinasi wisata yang semakin diminati.
“Saya hampir setiap tahun ngabuburit di sini karena tempatnya nyaman dan pemandangannya indah. Sore-sore duduk di tepi waduk sambil melihat matahari terbenam itu jadi pengalaman yang menyenangkan,” ujar Hadi (29) warga Rangkasbitung, (11/3/2025).
Seiring meningkatnya popularitas Waduk Karian sebagai lokasi ngabuburit, warga berharap pemerintah setempat bisa lebih memperhatikan pengelolaan kawasan ini. Seperti menambah fasilitas tempat duduk, memperbaiki akses jalan, serta menjaga kebersihan lingkungan. “Kalau bisa ada tempat duduk yang lebih banyak dan tempat sampah di beberapa titik, supaya lingkungan tetap bersih dan pengunjung semakin nyaman,” ujar Rina (35) pengunjung asal Pandeglang.
Selain itu, kawasan Bendungan Karian juga menjadi tempat favorit bagi komunitas motor yang ingin menghabiskan waktu sebelum berbuka puasa. Jalanan yang cukup luas dan pemandangan yang asri menjadikan aktivitas ngabuburit semakin berkesan.
Baca Juga: Waduk Karian Lebak Semakin Mengering, Jejak Permukiman Lama Jadi Magnet Wisata
Meningkatnya jumlah pengunjung di Bendungan Karian juga membawa berkah bagi para pedagang kaki lima. Salah satunya dirasakan Siti (42) warga Lebak. Katanya, dagangan berbagai jenis makanan dan minuman khas Ramadan seperti kolak, es kelapa, gorengan, hingga sate taichan, laris manis dibeli oleh pengunjung yang ingin berbuka puasa di area bendungan. “Alhamdulillah, sejak awal Ramadan dagangan saya selalu habis. Banyak pengunjung yang beli takjil di sini sebelum berbuka. Saya berharap setiap tahun bisa jualan di tempat ini,” tuturnya..(mulyana)
























