SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang hingga Maret 2025 ini belum menunjukkan tanda-tanda akan segera dimulai. Pembangunan konstruksi sebagai langkah awal dimulainya proyek dengan nilai investasi Rp 2,58 triliun tersebut pun tak kunjung terlihat. Padahal ditargetkan pada 2026 PSEL harus sudah beroperasi.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Wawan Fauzi yang coba dikonfirmasi terkait kelanjutan PSEL memilih irit berbicara. “Kalau soal itu tanyakan ke PT Oligo (investor), jangan ke saya. Karena yang mengerjakan kan mereka,” ucapnya saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang kemarin. Namun begitu, Wawan mengakui bahwa pembangunan PSEL hingga saat ini belum dimulai oleh Oligo.
Diketahui proyek pembangunan PSEL ini ditangani oleh PT Oligo Infra Swarna Nusantara (Oligo). Oligo meneken Kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang yang disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan Rabu 9 Maret 2022 silam. Namun sayangnya Kemenko Kemaritiman dan Investasi di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto justru hilang.
Keberadaan PSEL pada kota besar di Indonesia seperti Kota Tangerang dianggap akan memberikan dampak positif dari perspektif pengurangan volume sampah yang selama ini semakin menggunung dan menempatkan banyak kota di Indonesia dalam situasi darurat sampah, hingga mengurangi kebutuhan lahan TPA, mengurangi dampak emisi Gas Rumah Kaca (GRK), serta FABA (Fly Ash and Bottom Ash) yang dapat dimanfaatkan, melalui pengelolaan sampah yang menghasilkan listrik.
Diperkirakan dalam satu hari pabrik PSEL itu akan mengolah sebanyak 2.000 ton sampah dari masyarakat yang ada di TPA Rawa Kucing menjadi daya tenaga listrik. Sampah tersebut akan diubah menjadi energi daya listrik sebesar 40 megawatt untuk dipasok ke wilayah Jawa dan Bali. (hafiz)

















