SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Aston Villa tanpa adangan berarti melaju ke Perempatfinal Liga Champions 2024/2025. Ini setelah The Villans menang 3-0 atas Club Brugge.
Pada leg kedua perempatfinal Liga Champions 2024/2025 di Villa Park, Kamis (13/2/2025) dini hari WIB, seluruh gol Villa diciptakan di babak kedua lewat brace Marco Asensio, yang diselingi gol Ian Maatsen.
Menang 3-1 di lag pertama, Villa lolos dengan keunggulan agregat 6-1 dan akan menantang Paris Saint-Germain di perempatfinal.
Pertemuan Villa dan PSG boleh barangkali memang sudah jadi jalan takdir. Ada pertalian memori yang lekat antara dua kubu itu, khususnya melihatnya Unai Emery, sang manajer Villa.
Emery adalah mantan pelatih PSG pada 2016-2018 silam. Ia membawa raksasa Prancis itu meraih titel Liga Prancis pada 2017/2018, tapi menjadi korban atas kegagalan di Eropa sebagaimana sejumlah pelatih sebelum dan sesudahnya.
Ia juga dianggap gagal mencengkeram skuad, yang berisi nama-nama besar. PSG kala itu punya proyek ambisius untuk menguasai Eropa dengan merekrut pemain-pemain top.
Liga Champions 2016/2017 secara khusus meninggalkan memori yang begitu pahit. PSG polesan Emery sempat punya harapan besar untuk ke perempatfinal, setelah menang telak 4-0 atas Barcelona pada leg pertama, yang kala itu dipimpin pemain terbaiknya, Lionel Messi, di lapangan.
Harapan yang sudah kadung tinggi itu kemudian terjun bebas, saat Barcelona mencatatkan comeback kontroversial 6-1 di leg kedua. Sebuah laga yang disebut Pelatih Barca saat itu, Luis Enrique, lebih menyerupai film horor alih-alih drama.
Enrique yang sama kini menangani PSG. Emery pun punya kesempatan untuk membalas dua lawan sekaligus. “Untuk main di perempatfinal rasanya fantastis. Ini pertemuan yang sangat sulit. Ini akan jadi tantangan sangat besar buat Aston Villa, para suporter, para pemain, para pelatih, dan juga saya,” kata Emery dikutip BBC.
“Saya tidak kembali ke sana sejak pergi, tidak untuk bermain atau sekadar berkunjung ke Paris.”
“Paris Saint-Germain menunjukkan kapasitasnya melawan Liverpool. Kami akan mencoba mengidentifikasi kelemahan-kelemahan mereka dan bersiap sebaik mungkin.”
“Sangat penting buat klub kami untuk berada di Liga Champions, untuk melawan PSG itu sesuatu yang perlu harus dihadapi dengan antusias,” imbuhnya.
Dalam laga tersebut, Asensio menjadi pemain pengganti dalam laga melawan Club Brugge. Eks pemain Real Madrid itu malah menjadi pemain kunci untuk Aston Villa.
Di Aston Villa, Asensio didatangkan pada bulan Januari 2025. Pemain lainnya yang didatangkan pada musim dingin, Marcus Rashford.
Pemerhati sepakbola Eropa, Julien Laurens, yang memberi pujian untuk Asensio dan Rashford. Mereka disebut selalu memberi dampak permainan Aston Villa saat diturunkan. “Sedikit mengejutkan bahwa Marco Asensio tak banyak bermain sebagai starter untuk Aston Villa, tapi akhir-akhir ini dia tak sepenuhnya fit dan juga Morgan Rogers juga ada di performa yang bagus. Posisi alami Asensio adalah pemain nomor 10 jadi dia harus menyingkirkan mereka keluar dari posisi untuk bisa memasukkan keduanya di starting XI,” kata Laurens di BBC.
“Meski begitu, Asensio jelas terlihat senang bisa dimainkan sebagai supersup, dan mungkin itu cara Unai Emery melihat dia saat ini, sebagai pemain yang memberi dampak. Rekrutan lain di bulan Januari, Marcus Rashford dimainkan dengan cara yang sama, dan mereka berdua efektif.”
“Itu berarti Villa memiliki banyak kedalaman skuad dan juga banyak opsi. Kalau Ollie Watkins mengalami cedera, lantas Villa tak akan mempunyai pemain nomor 9 alami sebagai back-up seperti yang mereka lakukan ketika Jhon Duran ada di klub, tapi Asensio dan Rashford keduanya cukup versatile bisa digunakan dalam cara yang berbeda. Itu berjalan dengan baik untuk Emery di saat ini,” kata dia menambahkan. (dm)