SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Pemkab Pandeglang, mengurangi jumlah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) hingga Rp100 juta. Tahun lalu, instansi tersebut diberikan target sebesar Rp1,177 Miliar, sedangkan tahun 2025 hanya Rp1,070 Miliar.
Berkurangnya target PAD tersebut, karena beberapa hal, salah satunya karena Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut hanya bisa mengambil PAD sebesar Rp646,026 juta dari target Rp1,177 Miliar, atau hanya sekira 54,89 persen.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pandeglang, Rahmat Zultika mengakui, adanya pengurangan target PAD di tahun 2025 ini. Hal itu karena, selain minimnya pengelolaan pariwisata di Pandeglang, juga karena target sebelumnya tidak terealisasi dengan baik.
“Iya ada pengurangan sampai Rp100 juta untuk target PAD. Karena memang potensinya berat, tetapi apapun itu kita upayakan agar target tahun ini bisa terealisasi dengan baik dan bisa tercapai,” kata Rahmat, Kamis (13/3/2025).
Rahmat mengaku, pihaknya sudah melakukan pembahasan dan membuat rencana kerja, agar target tersebut bisa segera terealisasi. Meski demikian, pihaknya belum bisa berbicara banyak mengenai hal itu, karena sampai saat ini belum ada pihak ketiga yang mengajukan untuk mengelola wisata Pemandian Cikoromoy.
” Cikoromoy belum ada yang mengajukan pengelolaan, kita masih menunggu siapa yang mau mengelola. Tetapi kami tetap optimis, target yang ada bisa kami penuhi dengan baik dan semaksimal mungkin,” tambahnya.
Rahmat juga mengatakan, salah satu faktor sulitnya memenuhi target PAD tersebut karena terbatas dalam pengelolaan tempat wisata. Oleh karena, selama ini instansinya hanya mengelola dua lokasi wisata yakni Cikoromoy dan Cisolong, keduanya merupakan aset milik Pemkab Pandeglang.
Salah satu penyebab rendahnya pendapatan dari lokasi wisata Cisolong, karena lokasinya kurang alami sehingga tidak diminati oleh masyarakat. Meski demikian, pihaknya tidak bisa berbuat banyak karena keterbatasan anggaran untuk melakukan penataan.
“Masyarakat inginnya yang alami, tahun ini kita ada pembuatan masterplan Cikoromoy, setelah itu nanti kita buat DED (Detail Engeenering Design), mudah-mudahan Pemda punya anggaran untuk membangun,” ujarnya.
Ditanya terkait potensi pariwisata lain yang bisa dioptimalkan, Rahmat mengaku, ada beberapa potensi lain yang bisa dimanfaatkan. Akan tetapi, keterbatasan anggaran serta sarana dan prasarana penunjang lain belum optimal, pemanfaatan potensi yang ada belum bisa dilakukan sepenuhnya.
“Sebetulnya minta punya rest area di Banyuasih, yang bisa dikelola dan dimanfaatkan. Akan tetapi, hal itu belum bisa dilakukan, karena memang kalau wilayah sana belum maju wisatanya,” tuturnya.
Sementara, Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Kabupaten Pandeglang Ali Fahmi Sumanta, meminta kepada instansi terkait agar bisa merealisasikan target yang diberikan. Oleh karena, semua OPD penghasil di tahun ini diharapkan bisa membuat terobosan agar PAD terpenuhi.
“Kita sudah sampaikan bahwa, target PAD yang diberikan ini sudah harus bisa terpenuhi. Jadi bukan hanya satu dinas, tetapi semua OPD penghasil harus bisa memaksimalkan dan mengoptimalkan potensi pendapatan mereka,” imbuhnya. (adib)
























