SATELITNEWS.COM, TANGRANG – Sebuah video memperlihatkan seorang lanjut usia (lansia) yang meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto hingga pihak kepolisian. Lantaran akses jalan rumahnya yang berada di Kampung Lemo RT05/RW02, Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, ditutup tembok sepanjang 10 meter oleh tetangganya.
Video yang diunggah diakun @LaporanJakarta, nampak wanita berteriak berteriak bahwa dirinya tidak bisa melewati pagar tersebut. Bahkan suaminya yang tengah sakit, juga kesulitan untuk melewatinya.
“Pak Presiden Prabowo tolong saya, saya engga bisa jalan. Jalanan saya ditutup, tolong. Pak polisi dari mana pun tolong saya. Suami daya mau check up aja susah lewat pak polisi. Engga bisa lewat. Engga ada kesalahan apa-apa di saya pak, Tolong saya , orang miskin, orang terhina. Aku percaya tuhan, tuhan yesus yang mau tolong,” teriak lansia tersebut.
Lansia itu meyakini bahwa Prabowo hingga polisi bisa membantunya. Agar permasalahan pagar ini bisa teratasi. Sebab menurut dia, pihak RT hingga Lurah tidak dapat membantunya dalam permasalahan pagar yang terbuat dari tembok tersebut.
“Aku percaya, pak presiden prabowo tolong rakyat. Pak polisi dari mana pun tolong hambamu ini tuhan. Pak polisi hamba mau lewat aja engga bisa. Tolong saya, mau bukain pintu pak. Suami saya mau check aja susah. Engga bisa lewat. Tolong rakyat kecil. Lurah diem aja, rt juga diem. Engga mau membantu. Tolong saya pak,” ungkapnya
Pemilik rumah yang akses jalannya di pagar tembok. Bernama Afon Hendrik (73) mengatakan kejadian itu terjadi pada Rabu, 12 Maret, siang hari. Peristiwa itu terjadi di Jalan GG Lemo 2/21, Teluknaga, Kabupaten Tangerang. Saat itu dirinya masih di dalam rumah dan tidak berbuat banyak. Ia hanya menyaksikan ketika para pekerja yang disuruh oleh tetangganya, Mandor Usin
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Iya rumah saya ditembok. Itu yang nyuruh Mandor Usin (tetangga korban),” kata Hendrik saat dikonfirmasi.
Hendrik menyebut panjang pagarnya sekitar 10 meter dan ketinggian 1,5 -2 meter. Sedangkan lebar untuk halaman rumahnya dikasih jarak 5 meter.
“Panjang 10 meter. Tinggi sekiranya 1,5-2 meteran. Lebar 5 meter. Saya mau keluar harus manjat dulu,” ungkapnya.
Ia mengaku bingung penyebab tetangganya memasang pager rumahnya. Oleh sebab itu, ia meminta tolong kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membantunya.
“Saya juga bingung,” ucap Hendrik.
Sementara itu, Kepala Desa Lemo, Kecamatan Teluknaga, Satria mengaku telah melakukan mediasi dengan kedua warganya yang bertikai. Bahkan, tembok yang menutupi akses jalanpun kini telah dibongkar kembali, sehingga akses jalan sudah kembali normal.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
” Kedua warga sudah saling memaafkan. Dan tembok pagar audah dibuka, sehingga akses jalan sudah kembali normal, ” katanya.
Terpisah, Camat Teluknaga Zamzam Manohara juga menegaskan bahwa persoalan ini sudah diselesaikan secara damai antara kedua belah pihak. “Sudah musyawarah, dipertemukan kedua belah pihak dan sudah damai, sudah bersalaman,” pungkasnya. (alfian)





















