SATELITNEWS.COM, SERANG – Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah, meminta kelompok mahasiswa ikut terlibat aktif dalam peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Provinsi Banten, yang saat ini tengah digencarkan oleh pemerintah. Mahasiswa dengan berbagai disiplin ilmunya, diyakini mampu melakukan itu.
“Rata-rata mahasiswa itu menjadi gaiden bagi anak-anak sekolah. Nah, itu bisa dimanfaatkan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah akan pentingnya pendidikan yang tinggi,” kata Dimyati kemarin.
Selain itu, lanjutnya, di kalangan mahasiswa juga ada berbagai diklat dan pelatihan dasar. Belum lagi praktek lapangan dan praktek mengajar. Semua medium itu, jika dimanfaatkan untuk peningkatan APS sangat strategis sekali.
“Itu yang ingin kita kolaborasikan,” pungkasnya.
Apalagi, di kepemimpinan Andra-Dimyati ini, mempunyai program sekolah gratis yang menyasar sekolah swasta tingkat SMA sederajat. Dimana pelaksanaannya akan dimulai pada tahun ajaran baru 2025 besok.
Mengacu pada data BPS yang dirilis pada bulan Mei 2024, APS di Provinsi Banten untuk Sekolah Dasar (SD) sebanyak 99,43 persen, untuk SMP 96,65 persen, untuk tingkat SMA 69,64 persen dan untuk yang kuliah sebesar 24,85 persen.
“Kalau untuk SD kita tinggal kurang dari 1 persen lagi, tapi kalau untuk yang kuliah, kita baru 24,85 persen. Dan kita juga masih punya PR untuk tingkat SMA sederajat. Mudah-mudahan dengan program sekolah gratis ini, bisa lebih cepat diselesaikan,” jelasnya.
Hal itu, kata Dimyati, jika tetap dibiarkan maka nasib generasi di Provinsi Banten akan terputus. Oleh karenanya, pemerintah selalu hadir guna mempersiapkan generasi bangsa yang unggul dengan SDM yang siap berdaya saing.
“Kami pastikan pemerintah akan selalu hadir,” pungkasnya.
Kendati demikian, Dimyati meminta kepada mahasiswa, agar tetap kritis dan memberikan berbagai masukan kepada pemerintah. Sehingga dengan demikian, keseimbangan dan kesinambungan pemerintah itu bisa berjalan dengan baik.
“Idealisme mahasiswa itu tinggi. Sehingga saya yakin apa yang mereka suarakan itu merupakan hal-hal yang terjadi di masyarakat,” ujarnya. (luthfi)