SATELITNEWS.COM, SERANG – Pusat kajian Baznas RI mencatat potensi zakat, infak dan sodakoh, yang bisa dikelola oleh Baznas Provinsi Banten mencapai Rp11,03 Triliun setiap tahunnya, atau hampir setara dengan besaran APBD Provinsi Banten. Meski demikian, Baznas Provinsi Banten baru mampu menargetkan serapan sebesar Rp34,2 Miliar, di tahun 2025 ini.
Ketua Baznas Provinsi Banten Syibli Sarjaya mengatakan, zakat infak dan sodakoh sejak Januari sampai 18 Maret 2025 telah terkumpul zakat sebesar Rp5,5 Miliar dari target Rp34,2 Miliar, atau baru sekitar 16 persen dari target yang telah ditetapkan.
“Baru sekitar 16 persen,” katanya, saat acara Gebyar Zakat dengan tema Keteladanan Zakat Pimpinan serta Penyerahan Zakat Gubernur dan Wakil Gubernur serta para Pejabat Pemerintah, BUMD, Perbankan, Perguruan Tinggi dan Perusahaan di Provinsi Banten, yang dilaksanakan di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Kamis (20/3/2025).
Dari jumlah serapan itu, lanjutnya, jumlah zakat yang sudah disalurkan sampai dengan tanggal 18 Maret 2025 mencapai Rp3,6 miliar. Untuk meningkatkan serapan zakat, Syibli meminta Gubernur Banten untuk menghimbau seluruh masyarakat Banten yang mampu, apalagi yang telah memenuhi Nishob, untuk menunaikan zakat infak sodakoh dan dana sosial keagamaannya melalui Baznas Provinsi Banten, termasuk juga dari dunia usaha.
“Insya Allah, kami akan Amanah, karena kami mempunyai tiga Aman bagi kami, pertama aman syari, aman regulasi dan aman NKRI,” pungkasnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, berdasarkan laporan Baznas Provinsi Banten menunjukkan bahwa potensi zakat infak dan sodakoh tahun 2024 mencapai Rp34 Miliar. Dengan total Muzaki atau orang yang wajib mengeluarkan zakat, sebanyak 23.085 orang, kemudian yang memberi infak 4.553 orang dengan mustahik 33.163 orang.
Baca Juga: Pengadaan 500 Ribu Perumahan Di Banten Terkendala Lahan
Untuk itu Andra mengajak seluruh masyarakat untuk membayarkan zakatnya di Baznas Provinsi Banten. Banyak manfaat yang dirasakan dengan membayar pajak di Baznas, baik manfaat ekonomi, sosial maupun agama yang dirasakan oleh para mustahiq.
Pada kesempatan itu, Gubernur Banten Andra Soni, bersama para wakil ketua DPRD, badan usaha, serta unsur lembaga vertikal langsung membayarkan zakatnya di stand yang sudah disediakan.
Menurut Andra, zakat, infaq dan sodakoh yang dikelola Baznas memiliki potensi untuk mendukung program Pemerintah Daerah Provinsi Banten, khususnya dalam bidang kemanusiaan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dakwah dan advokasi.
Oleh karena itu Baznas diharapkan bisa menjadi mitra strategis Pemprov dalam pembangunan sosial kemasyarakatan. Mudah-mudahan Baznas bisa menjadi percontohan aktivitas positif yang berdampak pada masyarakat.
“Insya allah, Pemprov Banten bersama DPRD Banten akan mendukung setiap program sosial kemasyarakatan yang dilaksanakan oleh Baznas,” ujarnya.
Dikatakan Andra, pembangunan sosial berbasis zakat, infak dan sodakoh berperan strategis dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi kesenjangan ekonomi.
Baca Juga: Penguatan Literasi, Pemprov bersama ICN Banten Antisipasi Penyebaran Hoax
“Semua itu tidak hanya berfungsi sebagai sarana distribusi kekayaan tetapi juga menjadi solusi berkelanjutan dalam membangun ekonomi ummat,” jelasnya. (luthfi)
























