SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Jumlah pemudik udara mencapai 722.439 orang, atau naik 9,3 persen dibandingkan tahun lalu. Sedangkan hampir 3 juta tiket kereta api untuk periode mudik Lebaran 2025 telah terjual hingga hari pertama prediksi puncak arus mudik, yaitu Rabu (26/3/2025) pukul 07.00 WIB.
Berdasarkan laporan harian Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2025, jumlah penumpang angkutan udara domestik pada 24 Maret (H-7) mencapai 200.401 orang, meningkat 7,7 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada 2024, yaitu 186.470 penumpang.
Secara kumulatif, dari 21 Maret hingga 24 Maret 2025 (H-10 hingga H-7), jumlah penumpang domestik mencapai 722.439 orang, mengalami kenaikan 9,3 persen dibandingkan tahun lalu, yang mencatat sekitar 661.497 penumpang.
Kebijakan penurunan harga tiket pesawat domestik berlaku selama 15 hari, yakni untuk penerbangan dari 24 Maret hingga 7 April, dengan periode pembelian tiket yang dimulai sejak 1 Maret hingga 7 April.
Beberapa bandara utama mencatat lonjakan jumlah penumpang domestik tertinggi. Bandara Soekarno-Hatta (CGK), misalnya, melayani 56.060 penumpang pada 24 Maret, meningkat 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Rute penerbangan domestik dengan jumlah penumpang tertinggi adalah Jakarta–Medan (CGK–KNO) dengan total 5.487 penumpang dan tingkat keterisian kursi (load factor) sebesar 98,60 persen.
Secara keseluruhan, jumlah keberangkatan angkutan umum dari H-10 hingga H-7 mencapai 3.622.313 orang, meningkat 35,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, moda transportasi kereta api mendominasi dengan total 1.281.590 penumpang, mengalami kenaikan sebesar 96,35 persen.
Pemerintah memprediksi jumlah pemudik pada lebaran atau Idulfitri 1446 hijriah atau tahun ini akan lebih rendah atau menurun dibandingkan 2024 lalu. Jumlah pemudik Lebaran 2025 diperkirakan akan mencapai 146,48 juta orang, menurun sekitar 24 persen dibandingkan tahun lalu yang mencapai 193,6 juta pemudik.
Sementara itu PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyediakan total 4,59 juta tiket selama periode libur Lebaran 2025, yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April. Dari jumlah tersebut, 3,44 juta kursi dialokasikan untuk KAJJ, sementara 1,14 juta kursi diperuntukkan bagi KA Lokal.
“Sampai hari ini pukul 07.00 WIB, sebanyak 2,98 juta atau hampir 3 juta tiket telah terjual, sekitar 64,96 persen dari total kapasitas yang tersedia,” ujar Direktur Niaga PT KAI, Hadis Surya Palapa, dalam konferensi pers bersama Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) di Stasiun Gambir, Jakarta, Rabu (26/3).
Dari total tiket yang telah terjual, sebanyak 2,74 juta merupakan tiket Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dengan tingkat okupansi mencapai 79,59 persen. Sementara itu, tiket Kereta Api (KA) Lokal sebanyak 241.942 tiket atau sekitar 21,08 persen dari total kapasitas yang tersedia.
PT KAI akan terus mengantisipasi lonjakan arus mudik, yang diperkirakan mencapai puncaknya pada 28 Maret 2025. Termasuk infrastruktur jaringan internet yang telah dipantau langsung oleh Menkomdigi Meutya Hafid, dapat berfungsi optimal selama periode mudik Lebaran.
“Menkomdigi telah melakukan pengecekan langsung, bahkan berbincang dengan para penumpang di Stasiun Gambir maupun di dalam kereta. Alhamdulillah, mereka menyampaikan kepuasan terhadap kualitas jaringan internet yang tersedia selama perjalanan,” ujarnya.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menyampaikan bahwa pihaknya telah mengerahkan 1.500 personel untuk memastikan stabilitas jaringan komunikasi selama masa mudik Lebaran. Tugas mereka mencakup pemantauan persinyalan kereta api serta jaringan seluler yang digunakan oleh para penumpang.
“Kami juga berharap kebijakan penurunan tarif hingga 50 persen yang diinisiasi oleh Kemenkomdigi dan operator seluler dapat semakin mempermudah masyarakat dalam berkomunikasi selama perjalanan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat adanya peningkatan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada H-7 Lebaran 2025. Sejalan dengan kebijakan penurunan harga tiket pesawat ekonomi domestik sebesar 13–14 persen.
“Kami melihat antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap kebijakan ini. Penurunan harga tiket telah membantu meningkatkan aksesibilitas penerbangan bagi pemudik, yang berdampak pada kenaikan jumlah penumpang angkutan udara secara signifikan,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub, Budi Rahardjo, di Jakarta, Rabu (26/3). (rmg/san)