SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Seorang anak bernama Haikal (10) warga Kampung Kohod RT07/RW08, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji tiba-tiba diserang buaya liar, yang naik kedaratan ketika korban sedang bermain di pinggir rumah, Rabu (26/3/2025).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Agun Guntara mengatakan, bahwa saat ini korban yang bernama Haikal (10) telah dibawa ke RS Mitra Husada, Kampung Melayu, Kecamatan Teluknaga.
“Korban sudah dibawa ke RS untuk mendapatkan penanganan medis,” kata Agun Guntara kepada Satelit News, Rabu (26/3).
Lanjut Agun, korban mengalami luka robek dibagian betis kanan, akibat gigitan buaya liar yang tiba-tiba menyerang Haikal ketika sedang bermain di pinggir rumahnya. Kata Agun, padahal posisi Haikal sedang berada di daratan, bukan di dalam air.
“Jadi buayanya naik ke darat. Waktu itu, katanya korban sedang main dekat rumah, memang rumahnya dekat kali,” katanya.
Saat buaya liar itu mengigit Haikal, beruntung ada warga sekitar yang melihat. Sehingga, langsung bergerak menolong haikal dan menangkap buaya tersebut menggunakan jaring dan tali untuk mengikat buaya liar tersebut.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Beruntung, saat buaya menyerang, warga mengetahuinya dan langsung mengambil tindakan menyelamatkan Haikal dan menangkap buaya,” katanya.
Menurut Agun, buaya liar itu berasal dari Sungai Cisadane dan saat ini telah dievakuasi oleh BPBD Kabupaten Tangerang. Kata Agun, buaya tersebut nantinya akan dilepaskan kembali di tempat penangkaran buaya.
“Saat ini sudah aman dan telah dievakuasi. Rencananya, buaya tersebut akan dibawa ke penangkaran buaya,” tukasnya.
Sementara itu, salah satu warga Kampung Kohod, Desa Kohod, Kecamatan Pakuhaji, Albar menambahkan, bahwa buaya tersebut sudah sangat lama diincar oleh masyarakat, karena memang sering naik ke daratan, khawatir dapat menyerang manusia serta hewan ternak milik warga.
“Buaya itu sering kedaratan, akhirnya tertangkap juga. Karena kalau dibiarkan khawatir akan terus menyerang manusia dan hewan ternak milik warga,” pungkasnya. (alfian)





















