SATELITNEWS.COM, TANGSEL–Musim arus balik mudik Lebaran biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin mengadu nasib di kota perantauan. Namun, ada kalanya tidak mempersiapkan diri dengan keahlian pada bidang tertentu.
Sehingga dengan banyaknya para pendatang turut menyumbang dalam pertumbuhan penduduk setiap tahunnya. Hal itu pun terjadi di Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Pertumbuhan penduduk mencapai hingga tiga persen.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam akan fenomena yang kerap terjadi setiap tahunnya ini. Kata dia, kota berjuluk Anggrek tetap menolerir bagi masyarakat yang ingin mengadu nasib di Tangsel.
“Pekerjaan itu sangat macem-macem seperti perusahaan baru yang buka di Tangsel yang butuh pegawai dari luar kota dan inilah yang harus kita teliti bahwa yang datang ke Tangsel ini merupakan orang yang punya skill,” ujarnya, Minggu (6/4/2025).
Walaupun membuka pintu lebar-lebar, Pilar menegaskan memiliki catatan penting salah satunya pendatang wajib mempunyai keahlian maupun keterampilan yang bisa diaplikasikan ke tempat kerja, maupun pengembangan diri.
“Jangan sampai timbul masalah sosial meningkat nya pengangguran dan meningkatkannya kemiskinan ini yang kita hindari. Tapi kalo ke Tangsel belum ada pekerjaan saya minta untuk tetap di kampung halamannya masing-masing karena nanti timbul masalah sosial seperti ini ada kejadian kriminalitas,” jelasnya.
Baca Juga: Mulai 25 Mei 2026, RSU Kota Tangsel Buka Layanan Bedah Onkologi
“Karena mau mengadu nasib ke wilayah Tangsel atau Jakarta karena kebutuhan mendesak dan malu pulang kampung lagi akhirnya lari ke kriminalitas dan ini harus dihindari,” sambung Pilar.
Pilar juga menyebut, untuk mengontrol di lapangan, pihaknya juga melakukan sosialisasi di tingkat RT/RW yang masuk dalam program yustisi setiap tahunnya.
“Tapi balik lagi kalo udah ada pekerjaan kita tidak bisa menghalangi apalagi ekonomi kita lagi turun masa kita menghalangi orang mau kerja. Makanya kita operasi bersama Dinasker dan Dukcapil dan Polres perlu dilakukan,” bebernya. (eko)
