SATELITNEWS.COM, SERANG – Selama libur lebaran 1446 H, terhitung sejak Rabu (2/4) hingga Minggu (6/4), sebanyak 261 ribu wisatawan berkunjung ke objek wisata yang ada di Kabupaten Serang. Semua wisatawan yang berkunjung tersebut, berasal dari Jabodetabek.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, Anas, Senin (7/4/2025). Kata Anas, pariwisata di Kabupaten Serang hingga kini masih menjadi primadona bagi para wisatawan, terutama Pantai Anyer.
“Jumlah wisatawan ada sekitarr 261 ribu, yang datang ke lokasi wisata di Kabupaten Serang, semua wisatawan yang berkunjung ini, berasal dari Jabodetabek dan sekitarnya yang mayoritas berwisata ke pantai Anyer Cinangka. Tapi bukan hanya pantai saja, namun gabungan,” ujar Anas.
Mantan Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik (Diskominfosatik) Kabupaten Serang ini menuturkan, wisatawan mulai memadati kawasan wisata di Kabupaten Serang terhitung sejak Rabu 2 April hingga Minggu 6 April 2025.
Namun demikian, kata Anas meskipun jumlah kunjungan wisatawan selama libur lebaran ini mencapai ratusan ribu, jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun sebelumnya mengalami penurunan.
“Tahun ini ada penurunan pengunjung namun penyebabnya belum bisa dipastikan. Kemudian, kalau persentase penurunan berapa tidak bisa dilakukan karena data belum masuk semua,” ujarnya.
Baca Juga: Waspada Berita Hoax, Disporapar Kabupaten Serang Rakor dengan BMKG, BPBD dan Kominfo
Anas mengungkapkan, ada berbagai penyebab membuat menurunnya jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Serang, seperti karena adanya efisiensi atau ada juga yang memilih berkunjung ke luar daerah.
Yang terpenting pihaknya sudah berusaha semaksimal mungkin agar kunjungan wisatawan ke Kabupaten Serang khususnya pantai Anyer Cinangka ini bisa ramai.
“Kalau efisiensi saya rasa tidak terlalu berdampak ya, hanya saja mungkin wisatawan mau cari wisata yang lain aja di luar Serang seperti ke puncak Bogor, dan lainnya. Tapi, kami sudah berusaha supaya bisa ramai dikunjungi, meskipun secara angkanya mengalami penurunan,” pungkasnya. (sidik)
























