SATELITNEWS.COM, SERANG – Menjelang libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, mengumpulkan jajaran pejabat BMKG, BPBD hingga PHRI, untuk bersama sama menangkal berita hoax terkait dengan bencana, Rabu (3/12/2025). Karena, hal itu merugikan para pelaku wisata, terutama di kawasan Wisata Anyer – Cinangka.
Kepala Disporapar Kabupaten Serang, Anas Dwisatya Prasadya mengatakan, libur panjang Natal dan Tahun Baru, kawasan Wisata Anyer dan Cinangka aman dan nyaman untuk dikunjungi oleh wisatawan.
Kata Anas, dari BMKG selalu memberikan informasi terupdate mengenai cuaca. Kemudian BPBD, sudah menyiapkan jalur – jaluar evakuasi yang aman.
“Jadi kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak, sehingga benar – benar Anyer itu aman dan nyaman,” kata Anas, Rabu (3/12/2025),
Selain itu, Anas menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD, untuk memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau (GAK).
Diakui Anas, pada akhir tahun memang biasa enggak banyak bermunculan berita – berita hoax, yang memunculkan kembali gambar – gambar bencana beberapa tahun lalu. Sehingga, masyarakat gampang percaya.
“Mudah – mudahan, masyarakat sekarang lebih bijak dan lebih pintar lagi dalam memggunakan media sosial. Sehingga, apapun berita tentang Anyer perlu di cek lagi kebenarannya,” ujarnya
Kepala Kelompok Kerja Data dan Informasi BMKG Maritim Merak, Trian Asmara Hadi mengatakan, pada bulan Desember di wilayah Kabupaten Serang memang sudah masuk musim hujan dan puncaknya masuk pada bulan Januari hingga Februari.
“Jadi untuk cuaca, masih tergolong normal, normalnya musim hujan. Untuk kondisi cuaca dan lain – lainnya, bisa diupdate di BMKG,” kata Trian, Rabu (3/12/2025).
Sedangkan potensi bencana yang diakibatkan oleh musim hujan, kata Trian, biasanya bencana banjir, longsor. Kemudian untuk gelombang laut, juga ada kenaikan, karena ada curah hujan meningkat.
“Tapi masih kategori normal,” tandasnya.
Namun demikian, Trian mengimbau kepada masyarakat, untuk tidak mudah termakan berita hoax terkait bencana yang biasanya banyak beredar di media sosial, disaat libur natal dan tahun baru.
Menurut Trian, untuk mendapatkan informasi yang benar, masyarakat bisa memperolehnya dari BMKG.
“Apabila mendapatkan informasi dari media sosial, maka bisa dikroscek kembali ke validannya, jangan sampai ke makan berita hoax dan jangan panik kalau melihat berita seperti itu,” tukasnya.
Ketua PHRI Kabupaten Serang, Yurlena Rachman mengatakan, setiap tahun dirinya membutuhkan dukungan dari pemerintah. Karena selain pihaknya yang menjelaskan kepada tamu, Anyer siap untuk dikunjungi, juga dibutuhkan pernyataan resmi dari pemerintah.
“Kita bersyukur, hari ini ada tanggapan dari pak Kadis mengumpulkan kita dengan BMKG, BPBD dan Diskominfo. Setiap tahun, kita memang butuh dukungan pemerintah, butuh statement resmi ibu Bupati,” pungkasnya. (sidik)