SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang resmi memulai pembangunan Jembatan Parung Lawang yang menghubungkan Kampung Salimah, Desa Sukamanah, Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang dengan Kampung Kagabita, Desa Kagabita, Kecamatan Parung Panjang Kabupaten Bogor. Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 6,7 miliar dan ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking), Kamis (10/4).
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, mengatakan bahwa pembangunan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas jembatan yang sebelumnya hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sepeda motor secara satu arah.
“Lebarnya saat ini hanya sekitar satu meter, jadi motor pun tidak bisa berpapasan. Karena itu, jembatan ini akan dibangun ulang agar bisa dilintasi kendaraan roda empat atau lebih,” ujar pria yang akrab disapa Rudi Maesyal.
Rudi menyebut, pembangunan ini bukan hanya untuk memperlancar akses, tapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga dua kabupaten sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Jalur ini sangat strategis, terutama bagi pelaku usaha dan warga yang beraktivitas dari Jambe ke Parung Panjang. Ke depan, jembatan ini akan lebih representatif, dan dalam pembangunannya kita juga akan melibatkan warga sekitar sesuai dengan keterampilan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menjelaskan bahwa jembatan baru akan dibangun sepanjang 25 meter dengan lebar 6 meter.
Baca Juga: 3 Pelajar Ditangkap Buntut Kematian 2 Remaja di Alam Sutera
“Selain pembangunan jembatan, juga akan dilakukan pembebasan lahan tambahan seluas sekitar 300 x 5 meter persegi untuk memperluas akses jalan menuju jembatan,” ujar Iwan.
Iwan menambahkan, proyek ini akan dikerjakan oleh pihak ketiga yang telah memenangkan proses lelang dan ditargetkan selesai dalam 210 hari kerja.
“Semua sudah sesuai tahapan, dan proses konstruksi akan mulai dalam waktu dekat,” tambahnya.
Kabar pembangunan jembatan ini disambut antusias oleh warga sekitar. Salah satunya, Aning, tokoh masyarakat Desa Sukamanah, yang menyebut proyek ini telah lama dinantikan.
“Alhamdulillah, akhirnya terealisasi juga. Ini jalur utama penghubung warga Desa Sukamanah dengan Kagabita. Setiap hari, jembatan ini dilintasi sekitar 500 sampai 1.000 kendaraan bermotor,” ungkapnya.
Menurut Aning, jembatan ini sangat vital, apalagi saat ada kegiatan masyarakat seperti pengajian atau hajatan, intensitas lalu lintas meningkat tajam.
Baca Juga: Pemkot Tangerang Dorong UMKM Segera Urus Sertifikasi Halal
“Dengan kondisi yang sekarang saja begitu ramai, apalagi kalau sudah dibangun lebih baik, pasti manfaatnya luar biasa bagi kami,” pungkasnya. (alfian/aditya)





















