SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Nasib pilu dialami seorang janda bernama Rani (49), warga Kampung Sabrang RT/RW 013/005, Desa Saketi, Kecamatan Saketi, Kabupaten Pandeglang.
Rumah yang ditinggali bersama anak-anaknya, hancur diterjang angin kencang dan hujan deras, Minggu (13/4/2025). Akibat hal itu, sebagian bangunan rumah tidak bisa ditempati karena rusak parah.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah, karena bangunan rumah yang terbuat dari asbes dan kayu rusak, termasuk peralatan rumah tangga di dalamnya.
Rani mengatakan, pada saat kejadian dirinya dan anak-anaknya sedang berada di dalam rumah. Namun, tiba-tiba hujan deras disertai angin kencang mengguyur dan menyebabkan rumahnya hancur.
“Jadi memang kondisinya lagi hujan, kami semua di dalam rumah. Tiba-tiba angin kencang, kita semua panik, apalagi sebagian bangunan rumah hancur tertiup angin kencang,” kata Rani, Minggu (13/4/2025).
Dia mengatakan, untuk sementara sebagian bangunan rumah tidak bisa ditempati karena kondisinya rusak parah. Saat ini, dia terpaksa mengungsi ke rumah tetangga atau kerabat terdekatnya.
Baca Juga: Sesuaikan Standar Gizi Seimbang, SPPG Kolelet Pandeglang Sajikan Menu Variatif
“Sementara mengungsi dulu, sampai rumah yang robohnya dibenerin. Cuman kapan dibenerinnya, saya juga enggak tahu, uang buat benerin rumahnya juga belum ada, paling dibenerin seadanya aja,” ujarnya.
Dia berharap, bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari pemerintah setempat. Oleh karena, dia belum memiliki uang untuk memperbaiki bangunan rumah yang rusak, akibat dihantam cuaca buruk beberapa waktu lalu.
“Mudah-mudahan ada bantuan buat benerin rumah, kalau pakai uang sendiri rasanya enggak akan selesai. Uang yang ada, cuman cukup buat keperluan sehari-hari,” tuturnya.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Rian Sutansyah mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan akibat kejadian tersebut.
Data itu akan disampaikan kepada instansi terkait, agar bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah. Oleh karena, pihaknya hanya bisa mengajukan dan mengusulkan bantuan kepada instansi terkait.
“Kalau kita sifatnya penanganan cepat, ketika bencana terjadi. Kalau untuk bantuan perbaikan rumah, akan kita sampaikan kepada instansi terkait yang memang dibidangnya. Tetapi, laporan bencana ini sudah masuk, mudah-mudahan segera ditindaklanjuti,” imbuhnya. (adib)
Baca Juga: 5 Jurnalis Hilang Kontak, Anggota SMSI-PWI Pandeglang Panjatkan Doa Keselamatan Bersama
























