SATELITNEWS.COM, LEBAK – Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan jalan poros desa, terutama yang menghubungkan kawasan pertanian dan pendidikan.
Dalam pernyataannya, Bupati Hasbi menyebut jalan yang mendukung aktivitas ekonomi dan pendidikan masyarakat pedesaan, perlu diprioritaskan sebagai poros pembangunan dari bawah.
“Jalan yang menuju sekolah dan lumbung padi, harus kita pikirkan. Itu poros desa, dan tahun depan akan saya anggarkan,” ujan Hasbi, di Aula Pendopo Pemkab Lebak, Senin (14/4/2025).
Katanya, sebagian jalan poros desa sudah direncanakan untuk dibangun, sesuai dengan kemampuan anggaran daerah. Sementara, untuk poros kabupaten, sebanyak 180 kilometer dari total 773 kilometer masih dalam kondisi kurang baik, sudah masuk ke dalam pemeliharaan rutin melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lebak.
Bupati Hasbi juga menyebut, jalan di Desa Cisarap, Kecamatan Wanasalam, di mana jalan sepanjang lima meter yang menjadi akses penting menuju lumbung padi masih belum tersentuh pembangunan.
Pihaknya berencana menyampaikan langsung kebutuhan tersebut, kepada Gubernur Banten agar mendapat perhatian lintas sektor.
Baca Juga: Anggaran Belanja Snack Pemkab Lebak Rp3,1 Miliar Dipangkas
“Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi soal akses ekonomi dan masa depan anak-anak kita yang sekolah. Kalau jalannya bagus, semuanya jadi lebih mudah,” tuturnya.
Dia juga mencatat, secara umum kondisi jalan di Kabupaten Lebak sudah dalam kategori baik, sementara tingkat provinsi sudah mencapai 93 persen. Meski begitu, dirinya berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas jalan demi pemerataan pembangunan.
“Insyaallah, akan kita bangun. Kami ingin yang kami kerjakan betul-betul dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” pungkasnya.
Kerusakan jalan poros desa, salah satunya di Desa Cisarap, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, yang sudah belasan tahun belum.ada perbaikan.
Berdasarkan data Pemerintah Kecamatan Wanasalam, jalan itu sendiri merupakan akses jalan lumbung pangan Provinsi Banten yang menghubungkan tiga desa, yakni Cisarap, Parungpanjang, dan Cipedang. Adapun luasan sawah di kawasan tersebut, mencapai 2.200 hektare dengan tiga kali masa panen dalam setahun.
Plt Camat Wanasalam, Cece Saputra mengatakan, kondisi jalan yang rusak itu terjadi karena pemerintah tidak punya anggaran. Sejauh ini, pihaknya tengah mengupayakan agar jalan tersebut dibangun oleh pemerintah pusat.
Baca Juga: Gubernur Banten Klaim Jalan Poros Desa Sebagai Akses Memudahkan Masyarakat
“Memang sudah lama rusak, dan itu juga memang akses ke lumbung pangan Provin Banten. Tapi kita sudah upayakan dan memohon ke pemerintah pusat agar dibangun,” ucap Cece.
Cece menjamin, pihaknya akan terus memperjuangkan agar jalan tersebut benar-benar bisa dibangun, mengingat jalan tersebut memiliki peran vital, sebagai akses jalan ke lumbung pangan.
“Mudah-mudahan, secepatnya bisa dibangun. Kita sudah perjuangkan lewat Musrenbang,” imbuhnya. (mulyana)
























