SATELITNEWS.COM, TANGERANG – Di era digital seperti sekarang, hampir semua aktivitas manusia tak lepas dari sentuhan teknologi. Dengan bantuan perangkat canggih dan akses internet yang tersedia di mana saja, kehidupan terasa makin praktis dan cepat. Namun, di balik kemudahan ini, terselip ancaman kesehatan yang kerap tak disadari.
Penggunaan gadget seperti komputer, laptop, dan handphone telah menjadi bagian dari keseharian. Sayangnya, kebiasaan ini sering dilakukan tanpa memperhatikan postur tubuh. Akibatnya, banyak orang mulai mengeluhkan nyeri di bagian tengkuk yang muncul hilang-timbul dan bisa berlangsung lama.
“Posisi tubuh yang salah saat menggunakan gadget bisa menyebabkan tegangan berlebih pada otot leher. Jika dibiarkan, nyeri akan menjadi kronis dan mengganggu aktivitas harian,” ujar dr. Inge Jiemesha, Sp.KFR, Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik di Bethsaida Hospital Gading Serpong, kepada satelitnews.com, Kamis (24/4/2025).
Bagaimanakah pencegahan nyeri tengkuk?
Menurut dr. Inge, pencegahan nyeri tengkuk sebenarnya bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana.
Pertama, hindari posisi menunduk terlalu lama saat menggunakan gadget.
Baca Juga: Sambut HUT ke-394 Kabupaten Tangerang, EcoSuLe Siap Tebar 10.000 Liter Eco Enzyme di Sungai
Kedua, gunakan keyboard eksternal saat bekerja dengan laptop lebih dari 30 menit, agar postur tubuh tetap ideal dan leher tidak terbebani.
Ketiga, atur posisi layar sejajar dengan tinggi mata menggunakan penyangga laptop.
“Langkah-langkah ini penting agar aktivitas digital Anda tetap nyaman dan bebas nyeri,” imbuhnya.
Sudah Terlanjur Nyeri? Ini Solusinya
Lanjut dr. Inge, jika sudah terlanjur mengalami nyeri tengkuk, kata dia, jangan panik. Beberapa tindakan awal bisa membantu meringankan keluhan.
Pertama, istirahat sejenak dari penggunaan gadget.
Kedua, gunakan obat pereda nyeri dan pelemas otot, baik dalam bentuk oles maupun diminum.
Ketiga, lakukan peregangan ringan pada otot leher secara rutin.
Dan keempat, yang terpenting konsultasikan ke dokter spesialis.
Baca Juga: Pelaku Pelecehan di Cipondoh Tak Kunjung Tertangkap, Keseriusan Polisi Dipertanyakan
“Di Poli Rehabilitasi Medik Bethsaida Hospital, Anda akan mendapatkan penanganan komprehensif mulai dari pemeriksaan kondisi otot dan saraf, hingga terapi lanjutan,” jelasnya.
Untuk terapi lanjutan seperti terapi panas atau dingin, elektroterapi, terapi massage, laser terapi, shockwave terapi, terapi latihan, terapi sling (Redcord®) – teknologi terapi modern yang tersedia di Bethsaida Hospital untuk membantu mengatasi gangguan otot dan sendi secara efektif.
Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Pitono menambahkan, sebagai hospital yang selalu mengedepankan kualitas layanan dan kenyamanan pasien, Bethsaida Hospital Gading Serpong terus berinovasi dalam menyediakan fasilitas Rehabilitasi Medik yang modern dan menyeluruh. Klinik ini tidak hanya menangani nyeri tengkuk, tetapi juga berbagai keluhan muskuloskeletal lain seperti nyeri punggung, cedera olahraga, stroke, serta gangguan saraf dan otot.
“Fasilitas Rehabilitasi Medik di Bethsaida Hospital dirancang untuk memberikan pendekatan menyeluruh dalam proses pemulihan pasien. Kami memiliki peralatan lengkap dan tenaga medis profesional untuk menangani berbagai kondisi, mulai dari keluhan ringan hingga kasus yang membutuhkan pemulihan jangka panjang. Kehadiran terapi Redcord® dan juga Terapi Robotik menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam menghadirkan layanan berbasis teknologi yang aman dan efektif,” ungkapnya. (aditya)





















