SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Universitas Raharja Tangerang kembali melakukan yudisium bagi 138 lulusannya mulai dari jenjang Diploma hingga Pascasarjana untuk semester ganjil 2024/2025. Prosesi yudisium ditandai dengan pemberian Surat Keterangan Lulus (SKL) dan transkip nilai yang menyatakan bahwa mereka telah menyelesaikan masa studinya.
Yudisium digelar di Ruang Aula pada Jumat (25/4/2025) sore yang diawali dengan sidang senat universitas. Berdasarkan catatan panitia, dari 138 peserta yudisium, semua peserta program Diploma telah menyelesaikan minimal 110 SKS. Sedangkan peserta program Sarjana sudah menyelesaikan 146 SKS atau lebih. Ada pun program Magister telah menyelesaikan 42 SKS atau lebih.
Selain itu, seluruh peserta yudisium juga sudah dilakukan validasi oleh LLDIKTI dan dinyatakan valid sehingga memiliki penomoran ijazah nasional. Sementara dari sisi Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) raihan tertinggi untuk program Diploma adalah 3,73, IPK tertinggi pada program Sarjana ialah 3,92 dan IPK tertinggi untuk peserta yudisum program Magister mencapai 3,91.
Dilihat dari rata-rata, IPK program Diploma adalah 3,51 dan yang terendah 3,07, untuk program Sarjana IPK kumulatif adalah 3,38 dan terendah 2,68. Sementara IPK kumulatif program Magister adalah 3,82 dan yang terendah adalah 3, 72. Selain itu berdasarkan data-data yang dilaporkan tadi, dapat disimpulkan bahwa secara akademik peserta yudisium di Universitas Raharja dari waktu ke waktu selalu mengalami peningkatan.
Menyikapi hal ini, Rektor Universitas Raharja Dr Po Abas Sunarya menyatakan, kampus selalu menetapkan target yang masuk dalam peta jalan (roadmap) dan dalam rencana strategis (renstra) Universitas Raharja, sehingga betul-betul pada diukur setiap lulusan dan setiap angkatan. “Jadi wajib sifatnya dari nilai dan lain sebagainya harus ada peningkatan. Apabila start pada rata-rata kelulusan sama dengan sebelumnya, maka saya beri warning supaya ada peningkatan,” jelasnya.
Hal ini bertujuan agar lulusan Universitas Raharja mampu bersaing secara global. “Terus terang saja kalau kita hanya memberikan pembelajaran hanya sekadar formalitas, ya kita berdosa kepada bangsa ini. Raharja tidak mau seperti itu, Raharja harus bisa bersaing di era global, harus menjadi contoh bahkan jadi leader, tidak asal. Dan itu yang selalu saya tekankan, lebih baik tidak diluluskan ketimbang meluluskan tapi syarat-syaratnya belum memenuhi standar,” ujarnya.
Baca Juga: Lulusan Universitas Raharja Diminta Implementasikan Ilmu Demi Kemaslahatan Publik
Karena itu, pihaknya selalu mengadakan survei untuk mengetahui serapan lulusan kampus Raharja maupun kampus lainnya di dunia kerja. Hasilnya lulusan Raharja yang terserap jauh lebih tinggi disbanding kampus lainnya. “Memang ada satu dua yang belum berkesempatan langsung dapat kesempatan kerja dan lain sebagainya, itu mereka menunggu karena mereka juga disiapkan untuk bisa menciptakan lapangan kerja bahkan dari rumah sendiri,” pungkasnya. (made)
