SATELITNEWS.COM, PANDEGLANG – Jajaran personel Polres Pandeglang mengamankan sebanyak 20 orang, yang diduga melakukan aksi premanisme dan pungutan liar (pungli) di wilayah Pandeglang. Para preman itu, kini menjalani pemeriksaan dan dilakukan pendataan, serta diperingati, agar tidak mengulangi perbuatannya.
Wakapolres Pandeglang Komisaris Polisi (Kompol) Asep Jamaludin mengatakan, pengamanan puluhan orang diduga preman itu, berdasarkan laporan masyarakat dan terlihat secara kasat mata. Pihaknya kemudian melakukan tindakan, dan mengamankan puluhan orang tersebut serta melakukan pembinaan.
“Kegiatan ini dilaksanakan, sebagai bentuk penegakan hukum terhadap aksi premanisme dan pungutan liar (pungli), petugas mengamankan sebanyak 20 orang, terdiri dari 11 orang pengamen jalanan dan 9 orang juru parkir liar yang beroperasi di beberapa titik wilayah Kota Pandeglang,” kata Wakapolres Pandeglang, Sabtu (3/5/2025).
Para pelaku, katanya, selanjutnya dibawa ke Mapolres Pandeglang, di mana Wakapolres secara langsung memberikan pembinaan dan himbauan agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami tidak akan mentolerir aksi premanisme dan pungli, dalam bentuk apapun. Kepada para pengamen dan juru parkir, kami ingatkan untuk tidak melakukan tindakan yang meresahkan masyarakat,” tegasnya.
Dia mengatakan, kegiatan itu merupakan bagian dari komitmen Polres Pandeglang, dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, sekaligus menindak tegas segala bentuk tindakan yang mengarah pada premanisme.
Baca Juga: Bobol Waralaba, 7 Pelaku Diamankan ke Sel Mapolres Pandeglang
Oleh karena itu, Polres Pandeglang mengajak seluruh masyarakat untuk berperan aktif melaporkan, jika menemukan praktik pungli atau tindakan premanisme di lingkungan sekitarnya.
“Apabila ada hal yang menggangu kamtibmas, laporkan segera,” tandasnya.
Kapolres Pandeglang Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Dhyno Indra Setyadi menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dari segala hal yang mengganggu. Oleh karena itu, dia mengajak kepada semua lapisan masyarakat agar bisa bekerja sama.
“Tentunya, komitmen kita akan terus menjaga kemanan dan ketertiban. Setiap hal yang mengganggu keamanan dan ketertiban, tentunya harus kita sikapi agar masyarakat tidak terganggu,” ujarnya. (adib)
























