Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran
Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
Satelit News
Home Nasional

Ojek Online Akan Gelar Aksi Akbar, Polisi Siaga

Oleh Gatot Riswandi Prasetyo
Senin, 19 Mei 2025 17:31 WIB
Rubrik Nasional
Ojek Online Akan Gelar Aksi Akbar, Polisi Siaga

ILUSTRASI unjukrasa Ojol. (ISTIMEWA)

FacebookTwitterWhatsapptelegramLinkedinEmail

SATELITNEWS, JAKARTA–Jakarta bersiap menghadapi gelombang aksi massa pada Selasa, 20 Mei 2025. Ribuan pengemudi ojek online (ojol), baik roda dua maupun roda empat, akan turun ke jalan dalam unjuk rasa nasional. Polisi bersiaga, menyiapkan rekayasa lalu lintas yang bersifat situasional demi menjaga kelancaran arus kendaraan dan aktivitas masyarakat umum.

Aksi ini diinisiasi oleh Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia sebagai bentuk protes terhadap besarnya potongan pendapatan dari aplikator serta skema tarif yang dinilai tidak berpihak kepada pengemudi. Demonstrasi direncanakan berlangsung di sejumlah titik strategis Ibu Kota, yakni Kementerian Perhubungan, Istana Merdeka, Gedung DPR/MPR RI, serta kantor-kantor perusahaan aplikasi transportasi daring.

“Aksi akan berpusat di beberapa lokasi yang berkaitan langsung dengan layanan transportasi daring. Kami ingin menyuarakan langsung kepada regulator dan pembuat kebijakan,” ujar Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, Senin (19/5).

Aksi ini juga akan diiringi dengan offbid massal, yaitu penghentian operasional dari semua aplikasi layanan. “Pada 20 Mei 2025 kami perkirakan pemesanan apa pun melalui aplikasi akan lumpuh sebagian ataupun total,” ucapnya.

Garda menyuarakan setidaknya lima tuntutan utama, termasuk pemberian sanksi tegas kepada aplikator yang melanggar Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No.12 Tahun 2019 dan Kepmenhub KP No.1001 Tahun 2022. Salah satu sorotan utamanya adalah potongan penghasilan yang diklaim bisa mencapai hampir 50 persen, jauh di atas batas maksimal 20 persen yang ditentukan regulasi.

“Ini jelas melanggar aturan, dan merugikan pengemudi. Jika pemerintah tidak bertindak, maka kami yang akan bertindak. Tidak ada ampun bagi aplikator pelanggar regulasi,” tegas Igun.

BeritaTerbaru

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Pendapatan Negara Rp574,9 Triliun, Defisit APBN di Bawah 1 Persen

Selasa, 5 Mei 2026 21:13 WIB
Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Ekonomi Tumbuh 5,61 Persen, Pengangguran 7,24 Juta Orang

Selasa, 5 Mei 2026 21:11 WIB
Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Neraca Perdagangan Indonesia Masih Surplus

Senin, 4 Mei 2026 16:07 WIB
Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Dua Eks Petinggi Pertamina Bersalah Dalam Kasus LNG

Senin, 4 Mei 2026 16:03 WIB

Garda juga menuntut penetapan potongan maksimal sebesar 10 persen, revisi sistem tarif penumpang seperti skema hemat dan prioritas, serta pengaturan tarif layanan makanan dan pengiriman barang secara transparan.

Menyadari dampak dari aksi besar ini terhadap publik, Igun menyampaikan permohonan maaf. “Sangat besar kemungkinan sebagian Jakarta akan lumpuh karena kemacetan panjang, sehingga kami mohon maaf apabila ada masyarakat terjebak kemacetan dan terganggunya kegiatan masyarakat,” tuturnya.

Mengantisipasi potensi gangguan, Polda Metro Jaya telah menyiapkan pengamanan terpadu. Rekayasa lalu lintas bersifat situasional dan akan diterapkan hanya jika terjadi kepadatan ekstrem.

“Akan tetap disiapkan rekayasa ataupun pengalihan, tapi sifatnya situasional, kita lihat seperti apa. Itu adalah pilihan terakhir,” ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono.

Beberapa jalur alternatif telah disiapkan, seperti Jalan Budi Kemuliaan, Tugu Tani, Harmoni, dan Tomang. “Kalau massa terkonsentrasi di sekitar Patung Kuda, arus akan kami alihkan ke jalur-jalur tersebut,” tambah Argo.

Polisi juga menurunkan personel dari berbagai satuan seperti Samapta dan Bhabinkamtibmas untuk membantu pengaturan lalu lintas dan mencegah penumpukan. Pos pengamanan gabungan telah disebar di titik-titik strategis.

Koordinasi juga dilakukan dengan jajaran Polres di wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Tangerang untuk memfasilitasi pengawalan massa dari luar Jakarta. “Sudah ada pos bagian-bagian masing-masing. Nanti ada dari jajaran Samapta, bhabin. Karena semuanya nanti gabungan untuk masalah pengamanan besok itu,” ujar Argo.

Direktorat Lalu Lintas juga menegaskan bahwa masyarakat yang beraktivitas tetap menjadi prioritas utama. “Kami upayakan supaya tidak terjadi penumpukan. Masyarakat tetap diberikan prioritas utama supaya tidak terganggu,” ujarnya.

Dengan skala aksi yang diprediksi cukup besar, masyarakat diimbau untuk menghindari wilayah Medan Merdeka, Bundaran Patung Kuda, dan kawasan Gedung DPR/MPR selama aksi berlangsung.

Sementara itu, pihak Istana mengimbau agar aksi demonstrasi ini tidak mengganggu kepentingan masyarakat. “Tentu kita mengimbau supaya tidak terganggu kebutuhan dan kepentingan masyarakat,” kata Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi.

Meski begitu, Hasan menyebut bahwa aksi tersebut adalah hak konstitusional setiap warga negara, termasuk ojol. “Jadi kalau teman-teman ojol mau mengekspresikan pendapat mereka, itu hak konstitusional mereka,” ucap Hasan.

Hasan juga mengaku mendapat informasi dari Kementerian Perhubungan bahwa telah ada dialog yang dilakukan bersama perwakilan ojol. Kementerian Perhubungan sudah berupaya merespons cepat harapan dan aspirasi para ojol.

“Nah aspirasi-aspirasi ini nanti sama Kementerian dan lembaga terkait itu akan diolah. Supaya ini, apa semuanya baik. Jadi bisnis bisa baik, masyarakat juga bisa terlayani dengan baik. Kemudian juga teman-teman ojol juga bisa hidupnya lebih baik. Jadi kita cari win-win solusinya,” imbuh dia. (rmg/san)

Tags: aksiJakartamassaojek onlineojol
ShareTweetKirimShareShareKirim

Berita Terkait

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci
Nasional

Tujuh Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci

Minggu, 3 Mei 2026 18:47 WIB
Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92
Bisnis

Pemerintah Beri Sinyal Kenaikan Harga BBM RON 92

Minggu, 3 Mei 2026 18:45 WIB
IMG_20260501_133748
Banten Region

Ogah ke Monas, Ribuan Buruh Banten Pilih Kepung Gedung DPR RI

Jumat, 1 Mei 2026 13:46 WIB
Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka
Nasional

Dua Bus Tabrakan di Jabal Magnet, 10 Jamaah Haji Indonesia Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 17:01 WIB
Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka
Nasional

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 16 Orang, 91 Terluka

Rabu, 29 Apr 2026 16:57 WIB
Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan
Nasional

Klaim Urus Kasus Modus Penipuan, KPK Beri Peringatan

Selasa, 28 Apr 2026 20:39 WIB
Penghargaan Paritrana Award Kab Taangerang
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Ir. Bambang Sapto Nurjahja, MM., MT)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Dra. Ratih Rahmawati, MM)
Kabupaten Tangerang Meraih Penghargaan Top Regency In Urban inovation (Hendri Hermawan, SH., M.Si)

Berita Pilihan

Ahmad Dhani Ungkap Kekecewaan Keluarga, Tak Mau Bertemu Maia Estianty Lagi

Ahmad Dhani Ungkap Kekecewaan Keluarga, Tak Mau Bertemu Maia Estianty Lagi

Rabu, 6 Mei 2026 19:31 WIB
DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Guru Madrasah Digaji Rp65 Ribu

DPRD Kabupaten Tangerang Soroti Guru Madrasah Digaji Rp65 Ribu

Selasa, 12 Mei 2026 19:04 WIB
Kepala DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, Ahmad Mursidi, jadi tersangka dalam kasus laka lantas maut di SDN Sukaratu 5, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang. (ISTIMEWA)

Kepala DPMPTSP Pandeglang Jadi Tersangka Kasus Laka Lantas SDN Sukaratu 5 Majasari

Selasa, 12 Mei 2026 18:25 WIB
Buka Luka Lama, Ahmad Dhani: Desember 2006 Saya Ceraikan Maia Karena Selingkuh!

Buka Luka Lama, Ahmad Dhani: Desember 2006 Saya Ceraikan Maia Karena Selingkuh!

Rabu, 6 Mei 2026 17:02 WIB
Apresiasi Sekolah Adiwiyata, Ini Harapan Anggota DPRD Kota Tangerang

DPRD Soroti Kondisi KUA di Kota Tangerang, Dorong Percepatan Penyerahan Aset

Jumat, 8 Mei 2026 07:56 WIB
WhatsApp Satelit News
Ikuti WA Channel Satelit News
Google News Satelit News
Ikuti Kami di Google News

Facebook

SatelitNewsIDN

Youtube

@SatelitNewsIDN

Instagram

satelitnewsid

Pinterest

SatelitNewsID

Linkedin

SatelitNews

Tiktok

@satelitnewsofficial
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Syarat & Ketentuan
  • Pedoman
  • Kode Etik

Jauh Menjangkau Jernih Bersuara.
© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.

Selamat datang kembali!

Masuk ke akun Anda di bawah ini

Password Yang Terlupakan?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email Anda untuk mengatur ulang kata sandi Anda.

Log In

Add New Playlist

Tidak ada hasil
Lihat Semua Hasil
  • Beranda
  • Metro Tangerang
    • Kabupaten Tangerang
    • Kota Tangerang
    • Kota Tangsel
  • Banten Region
    • Kabupaten Lebak
    • Kabupaten Pandeglang
    • Kabupaten Serang
    • Kota Cilegon
    • Kota Serang
    • Pemprov Banten
  • Bola & Sport
  • Bisnis
  • Ragam
    • Sosok
    • Life Style
    • Wisata
    • Kuliner
  • Edukasi
  • Nasional
  • Foto
  • Video
  • Kolom
  • Koran

© 2025 Satelit News - All Rights Reserved.