SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Sebanyak 56 orang lulusan akademi kebidanan diwisuda dan diambil sumpahnya pada Kamis (22/5/2026). Para mahasiswi tersebut berasal dari Akademi Kebidanan (Akbid) Assyifa Tangerang dan Akbid Sayid Sabiq Indramayu, Jawa Barat yang berada di bawah naungan lembaga Rumah Pintar Pendidikan Indonesia (RPPI).
Prosesi wisuda digelar di Hotel Golden Tulip Kota Tangerang dan turut dihadiri anggota DPRD Kota Tangerang seperti Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Turidi Susanto, anggota DPRD Kota Tangerang Zamaludin dan Samsuni, perwakilan APTISI Banten Prof Dr Henderi serta dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Tangerang.
Direktur Akbid Assyifa Tangerang Tami Rachmayanti Siddiq menyampaikan, dari jumlah yang diwisuda dan diambil sumpahnya, 35 orang merupakan lulusan Akbid Assyifa Tangerang serta 21 orang lainnya adalah lulusan Akbid Sayid Sabiq Indramayu. “Alhamdulillah hari ini kita dapat melaksanakan wisuda bersama Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dan Akbid Sayid Sabiq Indramayu,” ujar Tami kepada awak media usai acara.
Dalam kesempatan itu, Tami bepesan kepada lulusannya agar selalu menjunjung tinggi almamater di mana pun berada. Sebab bagaimana pun almamater tetap akan dibawa sampai bekerja. “Jaga etika dan jadi bidan profesional,” jelasnya. Dia menambahkan, lulusan Akbid Assyifa Tangerang maupun Akbid Sayid Sabiq telah lulus uji kompetensi sebagaimana yang dipersyaratkan oleh pemerintah.
“Dan alhamudilillah juga untuk seluruh mahasiwa Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dan Akbid Sayid Sabiq Indramayu lulus 100 persen dengan status kompeten, di situ sudah menandakan bahwa kita meluluskan bidan profesional karena sudah memiliki surat tanda registrasi (STR) Bidan, jadi STR nya langsung bisa didapatkan setelah mereka uji kompetensi,” terangnya.
Karena itu, ujarnya lulusan Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dan Akbid Sayid Sabiq Indramayu telah siap terjun ke masyarakat memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan latarbelakang ilmunya, baik di instansi pemerintah maupun swasta. “Harapannya kepada lulusan jadilah bidan yang profesional dan menjaga etika karena bidan adalah harapan keluarga untuk masyarakat,” jelasnya.
Semenetara Presiden RPPI Mahmudin Dika menyampaikan setelah dilaluinya prosesi wisuda di Akademi Kebidanan Assyifa Tangerang dan Akbid Sayid Sabiq Indramayu, maka baru selesaI satu tahap proses pendidikan.
“Buat kita selaku pengelola pendidikan ini, ingin menitipkan dan menegaskan bahwa proses pendidikan ini ketika telah diwisuda bukan berarti jadi selesai pula perjuangan kita menuju sukses, justru sebaliknya ini adalah langkah awal. Setelahnya kita harus memasuki dunia pekerjaan atau menaikkan level pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi, di mana saat ini gejolak ekonomi kita khususnya di Indonesia cukup mempengaruhi lapangan pekerjaan,” terangnya.
Untuk itu kepada para alumni pihaknya menekankan bahwa lulusan harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Sebab bidan memang dibekali dengan sertifikasi uji kompetensi dan pun mereka didorong untuk bisa berwirausaha.
“Dan ini pun kita dorong bahwa bidan tidak hanya mencari pekerjaan, tapi harus bisa menciptakan lapangan pekerjaan, selain memang didorong untuk menaikkan level pendidikan, tidak cukup hanya DIII (Diploma 3) tapi kejenjang Sarjana lalu mengambil jenjang profesi khusus bidan,” terangnya.
Sementara agar bisa bersaing di tengah ketatnya kompetisi pencarian kerja, dia juga mendorong agar bidan menambah keterampilan seperti memiliki kemampuan kekhususan seperti pelatihan baby spa maupun kegawatdaruratan. “Artinya mendorong bahwa bidan harus mempunya skill tambahan supaya dalam arena bersaing di lapangan pekerjaan dia bisa menjadi nilai tambah,” jelasnya. (made)