SATELITNEWS.COM, LEBAK– Warga hunian sementara (huntara), di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong, Kabupaten Lebak, meminta pemerintah segera membangun hunian secara manusiawi. Keinginan itu bukan tanpa alasan, sebab sudah lima tahun mereka hidup jauh dari kata layak.
Warga huntara merupakan warga korban bencana banjir dan tanah longsor di tahun 2020 silam. Tempat tinggal mereka sebelumnya porak-poranda dihantam bencana alam. Mulai dari rumah hingga harta berharga hancur diterpa ganasanya alam.
Penanggulangan bencana dilakukan Pemkab Lebak dengan menempatkan mereka di wilayah tersebut dengan mendirikan bangunan hunian sementara yang terbuat dari terpal yang ditopang bambu dengan alasan tanah merah.
Sudah 5 tahun pasca kejadian tersebut, belum ada upaya konkret dari pemerintah untuk membangunkan hunian tetap. Mereka kini hidup dalam kondisi tidak layak dan berharap pemerintah bisa segera membangun rumah layak bagi 221 Kepala Keluarga.
“Kami sudah cukup lama tinggal di huntara ini. Kami ingin kejelasan, sampai kapan harus bertahan di tempat yang serba terbatas seperti ini,” kata Wahyudin warga huntara, Rabu (27/5/2025).
“Kami tidak menuntut mewah, tapi tolong beri kami tempat tinggal yang manusiawi. Kami sudah terlalu lama menunggu,” ujar Wahyudin, yang meminta pemerintah bisa segera membangunkan rumah layak bagi mereka korban banjir bandang dan tanah longsor.
Baca Juga: Lihat Bogor Sudah Huntap, Warga Huntara Lebak Mengaku Sakit Hati
Kabar pemerintah provinsi akan mengambil alih rencana pembangunan huntap, disambut baik oleh mereka. Mereka pun meminta Pemprov Banten yang dipimpin Andra Soni dan Dimyati Natakusumah bisa melihat langsung kondisi mereka yang memprihatinkan.
“Kami berharap gubernur dapat melihat kondisi kami dan memberikan bantuan yang tepat untuk kami,” harapnya.
Kata Wahyudin, masyarakat sangat menantikan perhatian langsung dari pemerintah provinsi kondisi tempat tinggalnya sudah mulai lapuk dan tidak lagi layak huni.
“Kami sudah lima tahun tinggal di huntara. Dulu kami kira ini hanya sementara, tapi sampai sekarang belum juga ada kepastian. Kami butuh rumah yang layak, bukan sekadar tempat berteduh darurat,” katanya.
Sementara, Camat Lebakgedong, Rafei, mengatakam bahwa pihak kecamatan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan provinsi untuk memperjuangkan pemenuhan kebutuhan warga huntara.
“Kami memahami aspirasi masyarakat. Kehadiran Gubernur Banten tentu akan menjadi bentuk perhatian langsung dan moral support bagi warga yang masih bertahan di huntara,” kata Rafei.
Baca Juga: Viral, Video Anggota DPRD Provinsi Banten Kritik Penanganan Korban Longsor Tak Kunjung Kelar
Ia menambahkan bahwa pihaknya terus mendorong pemerintah provinsi untuk mempercepat penanganan relokasi.
“Keinginan warga cuma satu ingin segera rumahnya dibangun itu saja, bukan terus-menerus bergantung pada huntara yang kondisinya makin memburuk,” tandasnya.(mulyana)
























