SATELITNEWS.COM, SERANG – Kondisi Bendungan Cibuntung, yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian yang berlokasi di Lebak Mongpok Blok Sukamaju, Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten, kini kondisinya sangat memprihatinkan.
Geram dengan kondisi tersebut, masyarakat Kampung Sukamaju dan sekitarnya memutuskan untuk tidak tinggal diam. Mereka berinisiatif menggalang swadaya, baik dalam bentuk sumbangan dana perelek, atau iuran secara sukarela maupun pengerahan tenaga untuk melakukan perbaikan darurat pada bagian-bagian bendungan yang paling kritis.
Seorang masyarakat Desa Sukajadi, Apipudin Syarif Maulana Syafutra mengatakan, infrastruktur pengairan yang berfungsi untuk mengairi lahan pertanian warga ini memang dilaporkan telah mengalami kerusakan parah dan terkesan terabaikan selama bertahun-tahun.
Menurutnya, kondisi ini memicu keresahan akan keberlangsungan pasokan air bagi lahan garapan masyarakat. “Bendungan ini adalah sumber kehidupan kami, terutama para petani. Sudah bertahun-tahun kondisinya memprihatinkan,” ujar Pria yang akrab disapa Apip ini, Senin (2/6/2025).
Apip mengaku, melihat kondisi yang sangat memprihatinkan, dirinya dan masyarakat tidak bisa terus menunggu. Sehingga, memutuskan untuk bergotong royong dengan swadaya semampunya.
“Meskipun kami tahu ini hanya perbaikan sementara,” tuturnya.
Baca Juga: Wujudkan Smart City, Diskominfosatik Kabupaten Serang Akan Bina 326 Desa
Warga lainnya, Usman Syarif menambahkan, kerusakan parah pada Bendungan Cibuntung Lebak Mongpok memang berdampak langsung pada sektor pertanian di Desa Sukajadi maupun warga masyarakat Solear Mongpok Cikeusal.
Kata Usman, para petani mengeluhkan sulitnya mendapatkan pasokan air yang stabil dan memadai, terutama saat musim kemarau atau ketika intensitas hujan rendah. Hal ini berpotensi menurunkan produktivitas hasil pertanian dan mengancam kesejahteraan ekonomi petani setempat.
“Kalau bendungan ini rusak, air tidak bisa dialirkan dengan maksimal ke sawah-sawah kami. Otomatis, hasil panen bisa menurun drastis. Ini yang kami takutkan,” ujar Usman.
Kata Usman, meskipun telah melakukan upaya swadaya, masyarakat menyadari bahwa perbaikan total dan permanen Bendungan Cibuntung X Cipari Lebak Mongpok, membutuhkan intervensi dan bantuan teknis serta finansial dari pemerintah daerah maupun pusat.
Mereka berharap, aksi gotong royong ini dapat menjadi dorongan bagi dinas terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) atau Dinas Pertanian setempat, untuk segera melakukan peninjauan dan merumuskan langkah-langkah perbaikan komprehensif.
“Kami sangat berharap pemerintah daerah bisa segera turun tangan. Kami butuh perhatian dan perbaikan yang layak dan tahan lama, bukan hanya tambal sulam. Bendungan ini adalah aset penting yang harus dijaga demi keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan masyarakat kami,” ujarnya. (sidik)
Baca Juga: Finalis Kang Nong Kabupaten Serang Visitasi Objek Wisata di Anyer – Cinangka

















