SATELITNEWS.COM, TANGERANG—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 39 kejadian bencana terjadi selama Mei 2025. Bencana tersebut meliputi kebakaran, pohon tumbang, rumah roboh, hingga angin puting beliung.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat, menjelaskan bahwa dari total tersebut, kebakaran menjadi peristiwa paling dominan dengan 28 kejadian.
“Selama Mei, kami mencatat sebanyak 28 kasus kebakaran terjadi di berbagai wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Ujat kepada Satelit News, Selasa (3/6).
Selain kebakaran, tercatat pula 8 peristiwa pohon tumbang, 2 rumah roboh, dan 1 kejadian angin puting beliung. Ujat menambahkan, bencana ini sebagian besar dipicu oleh cuaca ekstrem yang melanda beberapa kecamatan.
“Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang terjadi di sejumlah wilayah seperti Sepatan, Legok, Tigaraksa, Mauk, Curug, Sindang Jaya, Cisoka, Kemiri, Kosambi, dan Balaraja,” jelasnya.
Mayoritas kebakaran, kata Ujat, diduga disebabkan korsleting listrik. Objek yang terbakar antara lain bangunan industri, tiang listrik, kendaraan roda empat, dan rumah warga. Ia juga menyebut, ada satu kasus di Sepatan yang dipicu pembakaran sampah yang menjalar ke lapak limbah kardus.
“Rata-rata karena korsleting listrik. Tapi ada juga kasus karena pembakaran sampah yang tidak terkontrol,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan BPBD Kabupaten Tangerang, Agun Guntara, mengatakan bahwa pihaknya juga kerap menerima laporan gangguan dari hewan liar yang masuk ke permukiman.
“Gangguan dari hewan seperti ular, monyet, biawak, hingga tawon atau lebah cukup sering kami tangani,” ungkap Agun.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana maupun gangguan hewan liar, serta segera melapor ke BPBD jika terjadi keadaan darurat.
“Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati dan segera melapor ke BPBD jika terjadi kebakaran, bencana, atau serangan hewan liar,” pungkasnya. (alfian/aditya)