SATELITNEWS.COM, SERANG--Sejumlah warga di Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang kembali mengeluhkan aktifitas pabrik hebel atau bata ringan yaitu PT Platinum yang berlokasi di Jalan Raya Cikande – Rangkasbitung, Kilometer 2.
Keluhan tersebut antara lain suara bising, debu, bau menyengat, masalah pagar hingga kurangnya penerangan jalan.
Salah seorang masyarakat, Ustadz Endin mengatakan, bahwa beberapa perwakilan masyarakat dengan pihak Pabrik Platinum telah melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut masyarakat meminta penjelasan sekaligus solusi terkait persoalan tersebut
“Masyarakat diwakili oleh Ustaz Endin, Rahmat, RT, Maman (Ketua Pemuda), Mamay, dan Anisya. Sementara dari pihak pabrik hadir Halim, dan dari pihak desa hadir bapak Carik,” kata Ustadz Endin, Kamis (5/6).
Kata Ustadz Endin, dampak negatif dari aktivitas produksi pabrik selama ini sangat dirasakan dan dikeluarkan masyarakaf, antara lain seperti kebisingan, debu, bau menyengat, nasalah pagar dan kurangnya penerangan jalan (lampu jalan).
Sehingga masyarakat pun meminta pabrik menindaklanjuti atas keluhan yang disampaikan masyarakat. Kemudian masyarakat meminta penjelasan solusi dari pihak pabrik selambat-lambatnya pada tanggal 11 Juni 2025.
Baca Juga: Kunjungan Sekda Zaldi Dimanfaatkan Camat Baros untuk “Curhat” Berbagai Persoalan
“Apabila tidak ada respons atau upaya perbaikan dari pihak pabrik hingga tenggat waktu tersebut, masyarakat sepakat akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dan mengajukan audiensi ke Gedung DPRD Kabupaten Serang,” tuturnya.
Seperti diketahui bahwa sebelumnya juga sejumlah warga yang didominasi oleh emak emak dari Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang pernah melakukan aksi demo di depan PT Platinum pada Kamis (3/10/2024). Saat itu mereka juga mengeluhkan suara bising, bau dan debu dari pabrik hebel atau bata ringan tersebut. (sidik)

















