SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Angin segar dihembuskan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk industri perhotelan dan restoran di Indonesia. Mendagri M Tito Karnavia secara resmi mengizinkan pemerintah daerah menggelar rapat dan kegiatan resmi lainnya di hotel maupun restoran. Kebijakan ini dinilai strategis untuk membangkitkan kembali industri perhotelan dan restoran di daerah yang sempat terpuruk akibat pembatasan anggaran.
Tito menyampaikan keputusan mengizinkan Pemda rapat di hotel dan restoran telah dikonsultasikan langsung dengan Presiden Prabowo Subianto. “Daerah boleh kembali melakukan kegiatan di hotel dan restoran. Saya jamin karena saya sudah bicara langsung dengan Bapak Presiden,” ujar Tito.
Menurutnya, kebijakan efisiensi anggaran tidak berarti melarang kegiatan produktif yang berdampak pada keberlangsungan usaha dan tenaga kerja. Mantan Kapolri ini meminta agar kepala daerah tetap mempertimbangkan keberlanjutan sektor perhotelan dan restoran di tengah pemangkasan anggaran. “Jadi boleh dikurangi, tapi jangan sampai tidak ada sama sekali,” tegasnya.
Saat ini, sektor hotel dan restoran sangat terdampak oleh pengurangan anggaran belanja Pemerintah pusat dan daerah selama beberapa tahun terakhir. Padahal, sektor ini menopang banyak tenaga kerja serta rantai pasok bahan makanan dan minuman.
Tito mendorong agar kegiatan Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) tetap digelar secara bijak, dengan menyasar tempat-tempat yang nyaris kolaps agar kembali menggeliat. “Target hotel dan restoran yang kira-kira agak kolaps, buatlah kegiatan di sana supaya mereka bisa hidup,” katanya.
Menurutnya, peluang paling besar untuk menggelar kegiatan di hotel dan restoran justru ada di daerah. Sebab, pemotongan anggaran belanja negara sebesar Rp 50 triliun untuk 552 daerah, dinilainya tidak terlalu signifikan dan masih menyisakan ruang fiskal untuk mendukung sektor hospitality. “Perjalanan dinas juga tidak apa-apa. Tapi pakai perasaan, kalau cukup tiga kali rapat ya jangan dibuat sepuluh kali,” katanya. (rm)