SATELITNEWS.COM, JAKARTA—Jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat di Tanah Suci selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini terus bertambah. Hingga Senin 9 Juni 2025 pukul 17:45 WIB, sebanyak 183 jemaah haji Indonesia dilaporkan meninggal dunia berdasarkan data Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kementerian Agama.
Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran, menjelaskan bahwa penyakit jantung menjadi penyebab utama kematian para jemaah.
“Data kami mencatat, 77 jemaah wafat karena penyakit jantung. Selain itu, 15 orang meninggal akibat gagal organ karena infeksi berat. Sementara masing-masing 11 orang wafat karena gangguan pernapasan akut dan dehidrasi,” ujarnya dalam keterangan resmi di Makkah.
Lokasi kematian paling banyak terjadi di Makkah, yakni mencapai 117 orang. Sementara itu, 30 jemaah meninggal di Madinah, 14 di Arafah, 13 di Mina, dan 9 lainnya meninggal di bandara atau saat dalam penerbangan.
Imran menambahkan, sebagian besar jemaah yang meninggal merupakan lansia dengan riwayat penyakit penyerta seperti hipertensi, diabetes, atau gangguan jantung kronis. Faktor cuaca ekstrem yang melanda kawasan Arab Saudi, dengan suhu yang bisa mencapai lebih dari 45 derajat Celsius, juga memperburuk kondisi kesehatan jemaah yang rentan.
Dari sisi daerah asal, jemaah terbanyak yang wafat berasal dari Embarkasi Surabaya (SUB), yakni sebanyak 39 orang. Disusul oleh Embarkasi Makassar (UPG) sebanyak 21 orang, Jakarta-Pondok Gede (JKG) 20 orang, serta masing-masing 19 orang dari Jakarta-Bekasi (JKS) dan Solo/Yogyakarta (SOC).
Baca Juga: 9 Jamaah Haji Banten Meninggal Dunia di Tanah Suci
Meskipun jumlah korban cukup tinggi, data Kementerian Agama menunjukkan adanya penurunan jumlah kematian dibandingkan dua tahun terakhir. Pada periode yang sama di tahun 2023, tercatat 313 jemaah wafat. Tahun lalu, 2024, jumlahnya menurun menjadi 206 orang. Dan tahun ini, hingga hari ke-39 operasional haji, jumlahnya berada di angka 183 orang.
“Dibanding tahun lalu pada hari operasional yang sama, memang ada penurunan. Tahun lalu jumlahnya mencapai 190 orang,” kata dr. Imran. Ia menyebut, tren ini menunjukkan adanya hasil dari peningkatan layanan kesehatan dan pembinaan bagi jemaah, baik sebelum berangkat maupun selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Untuk mencegah bertambahnya korban, PPIH Arab Saudi terus memperkuat pendampingan medis serta edukasi kesehatan kepada para jemaah. Tim kesehatan disiagakan di berbagai titik, mulai dari hotel, pos layanan di area ibadah, hingga rumah sakit sektor. Pihaknya berharap jemaah yang masih menjalani rangkaian ibadah dapat menuntaskannya dalam kondisi sehat dan selamat sampai kembali ke Tanah Air.
Pemerintah juga mengimbau keluarga jemaah di tanah air untuk tetap mengikuti informasi resmi, tidak mudah percaya pada kabar yang simpang siur, serta terus mendoakan keselamatan kerabat mereka di Tanah Suci.
Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan bahwa lebih dari 5.000 relawan kesehatan ikut mendukung sistem pelayanan kesehatan selama musim Haji 2025. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi para jemaah.
Para relawan terlibat dalam layanan preventif, kuratif, dan dukungan medis. Mereka tersebar di berbagai titik lokasi suci seperti Mekkah, Mina, Arafah, dan Muzdalifah, serta di berbagai rumah sakit dan pusat layanan kesehatan. (rmg/san)
Baca Juga: Satgas Haji Tangani 59 Kasus Penipuan, 550 Calon Jemaah Jadi Korban
